Setelah 2,5 Tahun, Penulisan Alquran Akbar Ke-10 untuk Presiden Jokowi Akhirnya Rampung 

gomuslim.co.id - Wakil Menteri Agama RI (Wamenag) Drs. H Zainut Tauhid Sa’adi MSi menerima secara simbolis Alquran Akbar ke-10 dari Yayasan Pendidikan lmu-Ilmu Alquran (YPIIQ) Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (15/1/20). Alquran Akbar ke-10 berukuran 2 x 1,5 meter dengan berat 4,5 kuintal yang ditulis H Hayatudin, S.Ag. M.Ag dosen Universitas Sains Al-Quran (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo akan diserahkan kepada Presiden Ir H Joko Widodo di Jakarta.

Penulisan Alquran Akbar ke-10 diselesaikan selama 2,5 tahun. Huruf pertama “ba” ditulis Presiden Ir H Joko Widodo pada 11 Juni 2017 lalu. Sedangkan huruf terakhir “sin” pada Surat Annas juga akan dilakukan Presiden RI Jokowi.

 

Baca juga:

Ribuan Santri Bakal Meriahkan Peringatan HAB Ke-74 Kemenag dengan Menulis Mushaf Alquran

 

“Alquran Akbar ini tinggal disempurnakan, menunggu Pak Jokowi ada waktu luang. Awal penulisan huruf “ba” beliau yang menulis dan penulisan huruf terakhir “sin” pada Surat Annas juga akan ditulis langsung orang nomor satu di Indonesia tersebut,” ungkap Ketua Umum Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan Pendidikan Ilmu-Ilmu Alquran (YPIIQ) Drs H Syarif Hidayat MAg

Alquran Akbar yang ditulis secara manual ini merupakan yang ke-10. Penulisan ke-11 kini sedang mulai berlangsung. Alquran Akbar 1 disimpan di Istana Negara, ke-2 berada di Baitul Quran TMII Jakarta, ke-3 dikoleksi di Islamic Center Jakarta. Alquran Akbar ke-4 ada di Masjid Agung JawaTengah dan ke-5 di Istana Kesultanan Brunei Darrusalam.

Adapun Alquran Akbar ke-6 berada di Masjid Raya Makasar, ke-7 di Masjid kediaman Imam Nahrowi (mantan Menpora), ke-8 di mushola kediaman Asri Setyawati pengusaha di Jakarta dan Alquran Akbar ke-9 di Masjid Nurut Taubah Lapeo Sulawesi Barat.

 

Baca juga:

Sasar Semua Usia, Kemenag Kota Pekanbaru Luncurkan Program 'Kampung Quran' 

 

Wamenag RI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan pihaknya akan menyampaikan pesan tersebut ke Jokowi. Alquran Akbar merupakan karya besar dari salah satu dosen UNSIQ, bukan hanya dalam ukuranya yang besar, namun esensi kandungan maknanya jauh lebih besar.

“Saya memberikan apresiasi kepada penulis Alquran Akbar tersebut. Semoga bisa menjadi amal sholeh dan tradisi yang harus dijaga dan diteruskan. Saya berharap bukan hanya membuat karya yang besar, namun harus bisa mengamalkan hasil karya tersebut,” katanya. (Mr/wonosobozone)


Back to Top