Lawan Islamofobia, Muslimah Amerika Ini Buka Kelas Bela Diri untuk Wanita

gomuslim.co.id - Kelas bela diri untuk wanita Muslim di barat, terutama bagi mereka yang mengenakan jilbab, saat ini lebih dibutuhkan. Hal ini mengingat kekhawatiran tentang Islamofobia yang semakin meningkat.

Berangkat dari kekhawatiran tersebut, sejumlah wanita membuat misi pemberdayaan wanita Muslim agar bisa membela diri saat melawan terorisme dan pelecehan anti-Muslim di jalan maupun di tempat kerja.

Kelas-kelas ini membantu memenuhi kebutuhan penting wanita Muslim yang merasa sangat rentan dalam iklim politik dan sosial saat ini.

Fauzia Lala, pemegang sabuk hitam sementara taekwando, adalah salah satu dari mereka yang mengambil langkah maju untuk membantu sesama wanita Muslim.

Meskipun fasih dalam seluk-beluk perdebatan, Lala pernah mengalami beberapa kali pelecehan saat bekerja di Microsoft. Namun ia merasa terlalu takut untuk berbicara tentang hal itu. “Inilah aku, pemegang sabuk hitam yang akhirnya menangis dan pergi,” kata Lala kepada Christian Science Monitor.

 

Baca juga:

Inspiratif, Ini Lima Muslimah yang Masuk Daftar Perempuan Berpengaruh Dunia

 

Ninja Pertahanan

Karena tidak menemukan pelatihan yang memungkinkan bisa melindungi dirinya sendiri dan berbicara ketika diperlukan, Lala akhirnya mengembangkan kelas pertahanannya sendiri.

Hari ini, dia adalah instruktur kepala Pertahanan Ninja, sekolah bela diri wanita yang berbasis di Washington.

"Semua orang di mana pun perlu mengetahui pertahanan diri, dan saat ini hanya diajarkan dalam bentuk lokakarya atau kickboxing, dan itu tidak efektif. Kami membutuhkan seluruh kurikulum, sisi emosional. Kami membutuhkan sisi terapeutik, meditasi, yoga, semua yang wanita butuhkan," jelasnya.

Inisiatif serupa terkait pengajawan bela diri untuk wanita Muslim telah populer dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2018, Rana Abdelhamid, seorang pebisnis wanita Muslim menciptakan teknik pertahanan diri baru terhadap serangan yang melibatkan pengambilan jilbab.

Pada 2016, instruktur bela diri yang berbasis di Chicago Zaineb Abdulla juga mengunggah video yang mengajari para wanita Muslim tentang cara merespons serangan kebencian dan cobaan untuk mengambil jilbab mereka.

Upaya serupa dilakukan oleh Nafiza Aziz di Toronto, ketika ia menciptakan sebuah hub baru untuk pemberdayaan wanita Muslim. Hub ini dibantu oleh seorang seniman bela diri yang mengenakan jilbab dengan sabuk hitam di karate dan taekwondo. (jms/globalnews/aboutislam)

 

Baca juga:

Bantu Muslimah, Guru Bela Diri di Dunedin Selandia Baru Ini Buka Kelas Gratis


Back to Top