Protes Larangan Hijab, Guru Non-Muslim Swedia Ramai-Ramai Pakai Penutup Kepala

gomuslim.co.id – Sejumlah wanita dari berbagai agama berbeda menunjukkan dukungan dan solidaritasnya untuk komunitas Muslim Swedia. Hal tersebut sebagai respon atas adanya RUU yang melarang semua bentuk penutup kepala (hijab) bagi Muslim di salah satu kota di Swedia.

Pekan lalu, guru-guru non-Muslim di Sekolah Prästamosseskolan Swedia mendefinisikan kembali koeksistensi dan solidaritas. Mereka tiba di tempat kerja dengan mengenakan jilbab sebagai dukungan terharap wanita Muslim.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap larangan jilbab yang mulai berlaku di kota mereka dalam enam bulan ke depan. Para pendidik ini secara kolektif mengirim pesan ketidaksetujuan ke kotamadya Skurup, Swedia, setelah menyetujui RUU yang melarang "semua bentuk tutup kepala Muslim" di sekolah dasar dan prasekolah.

Larangan yang disahkan pada bulan Desember itu berdampak pada wanita Muslim yang mengenakan jilbab, burqa, dan niqab.

“Para siswa menjadi bersemangat ketika mereka melihat bahwa kami juga mengenakan kerudung. Mereka merasa bahwa kami mendukung mereka,” ujar Marit, salah satu guru yang memprotes larangan itu seperti dilansir dari publikasi Sputnik News, Senin (20/01/2020).

 

Baca juga:

Pemain Rugby Muslimah Afrika Selatan: Hijab Adalah Identitasku

 

Muslim Swedia

Saat ini, komunitas Muslim diperkirakan berjumlah 8,1 persen dari total populasi Swedia. Menurut Pew Research Center, sekitar 800.000 orang beragama menyebut Swedia adalah rumah mereka.

Meskipun Swedia tidak memberlakukan larangan jilbab di tingkat nasional, beberapa kota di seluruh negeri telah mengambilnya untuk memaksakannya.

Pada 2016, serangan terhadap seorang wanita Muslim berjilbab yang sedang hamil di Stockholm memicu seruan pada wanita Swedia dari semua agama untuk mengenakan jilbab, sebagai bentuk dukungan terhadap hak-hak Muslim.

Kota Gävle di Swedia juga mendukung kampanye iklan pada bulan Februari 2019 untuk merayakan keberagaman dengan memposting foto seorang wanita Muslim hijabi.

Islam melihat jilbab sebagai kode berpakaian wajib, bukan simbol agama yang menunjukkan afiliasi seseorang. Sejak Prancis melarang jilbab di tempat umum pada tahun 2004, beberapa negara Eropa mengikutinya. (jms/sputnik/aboutislam)

 

Baca juga:

Inilah Hijaber Pertama yang Tampil di Sampul Majalah Essence


Back to Top