Banjir Bandang Lebak Hanyutkan Rumah Warga, ACT Kirim 102 Paket Logistik Pangan

gomuslim.co.id – Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus menebar kebaikan dengan mendistribusikan bantuan kepada para korban bencana alam. Saat ini, ACT sedang mendirikan dapur umum, posko kesehatan di beberapa titik lokasi terdampak bencana pasca banjir bandang yang meluluhlantakkan sebagian wilayah Lebak, Banten.

Komandan Posko ACT Induk Lebak Banten, Oka Imran mengungkapkan, beberapa wilayah lebak mengalami kerusakan yang mengakibatkan tempat tinggal para korban tebawa arus banjir bandang yang menimpanya.

Komandan Posko ACT Induk Lebak Banten, Oka Imran

“Yang tersisa dari mereka saat ini adalah baju yang mereka gunakan saja, karena musibah ini dadakan banget untuk mereka sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan barang berharga miliknya,” ujar Imran kepada gomuslim di Kampung Sajira, Lebak, Banten, Sabtu (18/01/2020).

Ia mengatakan, ACT telah membuka posko sejak setelah banjir bandang menerjang wilayah Lebak, Banten. Katanya, ACT menempatkan beberapa posko di titik wilayah yang rumahnya terbilang rata dengan tanah.

“Alhamdulillah, ACT telah menyalurkan bantuan dari para dermawan kepada para korban. Kami telah membuka posko di beberapa titik. Bantuan pangan dan obat-obatan. Semua telah kami sampaikan kepada masyarakat kampung Sajira. ACT juga sejak awal telah membuka dapur umum di Sajira,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, bantuan akan terus diberikan kepada korban terdampak. Bahkan, saat ini, kunjungan ACT pusat ke posko ACT di Banten bersama para wartawan dari Jakarta guna menyalurkan 102 paket kebutuhan pangan.

“Dalam kunjungan ACT pusat ke posko di Sajira, Lebak Banten ini membawa 102 paket pangan seperti beras, biskuit, pamepers dan yang dibutuhkan oleh para korban. Semoga bantuan dari para dermawan dapat sedikit mengobati dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi akibat bencana alam,” imbuhnnya.

Sementara itu, Ketua RW 001 Kp Sajira Timur, Desa Sajira Mekar, Lebak Banten, Zumaedi menyebut terdapat 155 rumah berada di kampung Sajira Mekar. Akibat banjir bandang ini, sambung dia, 21 rumah hilang, 40 rumah lainnya mengalami rusak parah, dan 95 rumah rusak ringan. Karena itu, kampung Sajira terbilang sebagai titik yang sangat membutuhkan bantuan.

Ketua RW 001 Kp Sajira Timur, Desa Sajira Mekar, Lebak Banten, Zumaedi 

“Bahkan terdapat dua pesantren diwilayah Sajira mengalami rusak parah, sehingga kegiatan belajar mengajar terhenti akibat banjir sekolah mereka yang rusak parah imbas banjir bandang. Terdapat satu musholah hilang. Tapi Alhamdulillah dalam bencana alam ini, tidak ada korban jiwa,” katanya.

 

Baca juga:

ACT Respon Tanggap Darurat Banjir di Jabodetabek

 

Dengan kondisi hujan yang masih belum stabil, ia meminta warganya untuk tetap mengungsi di posko yang telah tersedia karena dengan kondisi cuaca yang masih tidak stabil, dikhawatirkan banjir akan datang kembali.

“Untuk meminimalisir keadaan yang tidak terduga, saya minta warga untuk tetap mengungsi dan tidak membersihkan, memperbaiki atau mendirikan bangunannya dahulu karena ditakutkan hujan yang masih sering turun dengan intensitas yang besar, banjir bandang kembali datang,” ceritanya.

Ia mengungkapkan, bencana ini merupakan yang kali pertama kali menimpa daerahnya. Katanya, banjir bandang tidak pernah terjadi sebelumnya. “Baru kali ini kami mengalami bencana alam yang begitu hebat. Tahun-tahun kemarin tidak pernah sampai seperti ini. Saya berharap semua ini cepat selesai,” jelasnya.

Kemudian, Ibu Amnah selaku warga RW 001 yang menjadi korban Banjir Bandang mengaku telah kehilangan rumah. Ia menyebut, saat kejadian, rumahnya hanyut terbawa derasnya air. Ia cerita, berawal di tanggal 1 Januari 2020 pukul 6 pagi terjadi hujan deras di wilayah kampung Sajiran. Hujan deras ini mengakibatkan banjir dengan kedalaman setinggi betis orang dewasa.

Ibu Amnah Korban Bencana Alam, Banjir Bandang yang rumahnya hanyut terbawa air

“Saat jam 6 itu banjir sampe sebetis gitu. Terus jam 9 surut. Nah saat surut itu, saya kembali kerumah untuk bersih-bersih. Lalu, tanpa ada firasat apapun, sekitar jam 10an, tiba-tiba air naik lagi. Saya sudah mulai mengungsi tuh jam 10. Dan sekitar jam 11, tiba-tiba dapat kabar bahwa air semakin deras, ada banjir bandang. Rumah hanyut terbawa air. Tidak ada barang yang saya bawa kecuali baju yang saya pakai ini saja. Semua serba mendadak. Sebelumnya tidak pernah ada kejadian yang sedahsyat ini,” sebutnya.

Ia berharap semua segera berakhir dan kembali normal. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada ACT atas bantuan yang diberikan. “Alhamdulillah sejak awal ACT telah bantu kami. Posko bantuan didirikan dengan dapur umum dan kesehatannya. Setidaknya ini telah sedikit memberikan keringanan beban untuk kami,” pungkasnya. (hmz)

 

Baca juga:

SIGAB PPPA Daarul Qur'an Telusuri Kampung Terdampak Banjir di Lebak


Back to Top