ACT Beri Trauma Healing untuk Korban Banjir Bandang Lebak

gomuslim.co.id – Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan trauma healing kepada puluhan warga Kampung Seupang Desa Sajagan Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten yang menjadi korban banjir bandang awal tahun baru kemarin. Kampung Seupang ini merupakan titik lokasi banjir yang kedalamannya mencapai 8 meter.

Staff Strategic Event Management ACT, Herly Bangkit mengatakan, selain bantuan logistik, para korban juga membutuhkan dukungan semangat untuk bangkit. Menurutnya, para korban saat ini juga membutuhkan bantuan spiritual (rohani).

Staff Strategic Event Management ACT, Herly Bangkit

“Mental dan jiwa mereka pasti terganggu. Mereka pasti pusing memikirkan kondisinya yang saat ini tidak memiliki tempat tinggal dan kehilangan harta bendanya. Bukan hanya logistik pangan saja yang mereka butuhkan. Trauma Healing juga mereka butuhkan. Karena itu, dari Jakarta, ACT mengundang relawan yang juga sebagai ustadz untuk menyampaikan kerohanian guna memperkuat aqidah dan iman mereka,” ujar Herly kepada gomuslim di Lebak Banten, Sabtu (18/01/2020).

Sementara itu, Ustadz Akmal Nasery Basral, seorang sastrawan yang juga sebagai penulis film layar lebar ‘Sang Pencerah’, dalam sambutannya mengungkapkan, setiap manusia pernah mengalami musibah dalam bentuk apapun. Akan tetapi, katanya, musibah itu tidak untuk diratapi melainkan agar manusia senantiasa intropeksi diri.

“Semuanya harus tetap tegar dan sabar menghadapinya. Ini teguran dari Allah. Tapi percayalah bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya melebihi kemampuan umatnya,” kata Ustad Akmal yang juga relawan ACT.

Ustad Akmal Nasery Basral, seorang sastrawan yang juga sebagai penulis film layar lebar ‘Sang Pencerah’ yang menggunakan Topi Berwarna Biru

Ia mengatakan, manusia jika mendapatkan musibah akan mengingat Allah. Akan tetapi jika Allah sudah mengabulkan doanya, pada umumnya manusia sering lupa atas nikmat yang telah Allah berikan.

“Allah itu sayang kepada kita, makanya Allah tegor kita melalui bencana alam ini. Allah minta kita intropeksi diri agar kita selalu mengingat kepada-Nya dan mau terus bersyukur atas nikmat-Nya,” jelasnya.

Kepada puluhan korban Kampung Seupang, Ustadz Akmal menjelaskan, ada dua jenis rezeki yaitu yang turun dari langit dan naik lagi ke langit, adapun yang turun dari langit, sifatnya dapat berupa uang, hujan yang membuat subur serta kesehatan dan lain-lain.

“Sebagai makhluk Allah, kita cuman bisa dzikir dan berdoa supaya dapat rezeki yang turun dari langit dan kedua yang naik ke langit adalah kenikmatan kita beribadah kepada Allah. Ketika terkena musibah kita masih bisa beribadah, baca Alquran meskipun lagi dapat musibah,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, kondisi bencana alam saat ini tidak perlu terlalu diratapi karena menurutnya, masih banyak kondisi yang lebih menyedihkan yang terjadi diluar Indonesia. Ia mencontohkan kondisi rakyat Suriah dan Palestina yang saat ini untuk beribadah saja mengalami kesulitan.

“Saudaraku semua, kita harus tetap ucapkan rasa syukur kepada Allah SWT. Karena kondisi saat ini, kita hanya diberikan berupa cobaan yang masih kita sanggupi atasinya. Kita masih bisa dikasih makan, kumpul bareng keluarga, canda tawa dan masih bisa beribadah dengan tenang. Sedangkan saudara kita di suriah untuk shalat saja susah. Rabu kemarin saat mereka sedang berkumpul, tiba-tiba empat rudal Israel jatuh menimpa pemukimannya. Bahkan, di antara mereka ada yang menjadi korban. Saat itu, tim ACT berada disana,” terangnya.

Ia berdoa, semoga pertolongan Allah segera datang dan menjadikan para Korban semakin dekat kepada Allah SWT, serta lebih mau belajar agama yang sesuai kepada ajaran Nabi Muhammad SAW.

Untuk diketahui, selain trauma healing, ACT juga memberikan 70 selimut untuk warga kampung Seupang Desa Sajagan Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten. (hmz)


Back to Top