Ini Tiga Alasan Diplomat Jerman Mantap Peluk Islam

gomuslim.co.id - Dr Murad Hofmann, mualaf asal Jerman menulis kisah perjalanannya memeluk Islam dalam buku berjudul 'Journey to Islam'. Buku berbahasa Inggris ini sudah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Arab dan Jerman.

Dari buku tersebut, Dr Murda menjelaskan ada tiga faktor utama yang mendorongnya masuk Islam. Pertama, ketika dirinya menjadi diplomat Jerman di Aljazair pada tahun 1962 saat perang kemerdekaan Aljazair.

"Saat berada di Aljazair, saya sangat tertarik dengan tingkat kedisiplinan warga di sana. Saya diminta membaca Alquran untuk menyaksikan apa yang telah memberi kekuatan kepada mereka, dan mereka membaca Alquran. Dalam pikiran saya, saya sudah masuk Islam namun belum secara resmi. Saat itulah saya meninggalkan semua ideologi agama saya sebelumnya," kata Hofmann seperti dilansir dari publikasi About Islam, Senin (20/01/2020).

 

Baca juga:

Usai Jadi Mualaf, Sinéad O'Connor Kenakan Hijab saat Konser di London

 

Kedua, yang mendorongnya masuk Islam adalah karena seni Islam. "Sebelumnya, saya seorang kritikus balet dan melakukan hampir 50 kali setahun untuk menonton dan mengkritik pertunjukan balet. Sebagai kritikus, tentu harus mempunyai standar. Namun itu membuat saya bosan, hingga akhirnya saya melihat seni Islam," katanya.

Ia menjelaskan bahwa seni Islam sangat menyentuhnya dengan cara yang tidak biasa dibandingkan seni lain.

Ketiga, faktornya adalah filsafat. Hofmann tidak belajar menjadi filsuf, tetapi jika ada waktu ia membaca buku-buku filsafat. Diketahui, beberapa filsuf terbesar sepanjang masa adalah seorang Muslim.

Kantor Luar Negeri Jerman sendiri telah menyelenggarakan presentasi komprehensif pada tahun 1980 tentang Islam untuk mengajar para diplomat yang akan ditempatkan di berbagai negara Islam. Ia kemudian menulis sebanyak 14 halaman mengenai pertemuanya dengan Islam.

 

Baca juga:

Tebus Kesalahan Usai Hancurkan Masjid, Mualaf India Ini Bangun 90 Masjid

 

Hofmann pun belajar Islam dari Imam Dusseldorf. Ia kemudian ditanya apakah Hofmann mempercayai apa yang ditulisnya. Jika percaya maka ia adalah seorang muslim. Hofmann percaya dan mengakui dirinya seorang muslim.

Lantas Hofmann segera memberitahu Kementerian Luar Negeri Jerman bahwa dirinya resmi menjadi seorang muslim. Hal tersebut kemudian membuatnya hanya dikirim ke negara-negara mayoritas Muslim untuk bertugas.

Selain itu, Hofmann juga menulis buku The Diary of German Muslim. Hingga saat ini, Hofmann tercatat sudah menulis lebih dari 13 buku dan lebih dari 250 ulasan buku tentang Islam. Beliau juga telah melakukan haji dua kali dan umrah sebanyak lima kali.

Namun belum lama ini, Hofmann yang dikenal sebagai pemikir Muslim itu meninggal dunia 13 Januari 2020 lalu tepat do usia 88 tahun setelah berjuang melawan penyakit. Hofmann mewariskan pemikirannya tentang Islam, termasuk meninggalkan buku berjudul Journey to Makkah and Islam: The Alternative. (Mr/aboutislam)


Back to Top