Arungi Sungai dengan Perahu Karet, Relawan Medis ACT Berikan Pengobatan Gratis

gomuslim.co.id – Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyambangi posko bencana alam di kampung Sajira Timur, Lebak Banten dengan menggunakan perahu karet. Di kampung ini, beberapa jembatan terputus akibat banjir bandang yang terjadi pada awal tahun 2020. Jembatan tersebut merupakan akses penghubung antar desa yaitu desa Sajira Timur ke Sajira Barat.

Salah seorang warga yang juga sebagai sesepuh wilayah, Amin Sukandi (70) mengungkapkan, jembatan muncang yang berada di kampung Sajira Timur merupakan jalur utama penghubung antar wilayah. Katanya, untuk memutar arah antar dari Sajira Timur menuju Sajira Barat harus menempuh jarak hingga 50 Kilometer.

“Sejak jembatan putus, jarak tempuh harus memutar hingga 50 Kilometer. Kan kasihan anak-anak sekolah, yang seharusnya menempuh jarak 5-10 menit ke sekolahnya, ini harus berjam-jam. Karena itu, beberapa lembaga filantropi dan pemerintah memberikan perahu karet darurat sebagai akses menyeberang bagi warga harus melintas seperti anak-anak sekolah,” kata Amin kepada gomuslim, Ahad (19/01/2020).

Ia berharap, pemerintah dapat cepat memperbaiki jembatan yang terputus di beberapa wilayah kampung Sajira guna memudahkan akses jalur bagi anak-anak sekolah. “Naik perahu karet ini beresiko sekali. Kami takutnya akan ada korban jiwa jika terus begini. Maka itu, saya berharap pemerintah dapat segera memperbaiki jembatan yang putus akibat banjir bandang,” harapnya.

Kondisi Jembatan Muncang, Sungai Cibeurang, Lebak Banten

Sementara itu, Relawan Medis ACT, April mengatakan adanya kesulitan untuk mendapatkan akses menuju posko yang berada di Sajira Timur. “Saya dari Sajira Barat, jika ada yang membutuhkan perawatan, saya harus menggunakan perahu karet untuk sampai di Sajira Timur. Itu juga bergantian dan harus mengantri. Ini memakan waktu menurut saya. Sudah gitu, sangat beresiko jika kita harus terus menggunakan perahu karet, takutnya ada aliran air yang tiba-tiba datang dengan kencang,” terang April.

Akan tetapi, dengan kondisi tersebut, ia bertekad akan terus menelusuri wilayah terdampak demi memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban meski harus melewati sungai dengan menggunakan perahu karet.

 

Baca juga:

ACT Kirim 1.000 Ton Logistik Pangan untuk Masyarakat dan TNI di Natuna

 

Pantauan gomuslim, warga menggunakan perahu karet yang di sediakan untuk menyeberang sungai Ciberang. Perahu karet tersebut di kendalikan seorang pemuda dengan menarik tambang. Ini di operasikan selama 24 jam untuk warga yang ingin menyebrang.

Bencana banjir bandang awal tahun 2020, memutus jembatan di kampung ini. Selain itu, luapan sungai Cibeurang juga menghanyutkan sejumlah rumah dan pondok pesantren di bantaran sungai. (hmz)

 

Baca juga:

ACT Respon Tanggap Darurat Banjir di Jabodetabek


Back to Top