Jumlah Mualaf di Dubai Tahun 2019 Capai 3.771 Orang

gomuslim.co.id – Dubai merupakan salah satu kota Muslim termegah di dunia. Meski demikian, tidak sedikit masyarakat yang menyatakan diri memeluk Islam (mualaf). Data Pusat Mohammed Bin Rashid untuk Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal di Dubai (IACAD) menunjukkan, ada sekitar 3.771 orang menjadi mualaf pada 2019 lalu.

Menurut Direktur Pusat Budaya Islam Mohammed Bin Rashid, Hind Mohammed Lootah, pengumuman data tersebut sebagai bagian dari komitmen lembaga dalam mempromosikan nilai-nilai Islam yang toleran di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Ia menyebut lembaga ini terus berupaya menyebarkan budaya Islam dan nilai-nilai kemanusiaan di antara masyarakat. Kesadaran yang meningkat diantara penduduk telah menyebabkan peningkatan jumlah mualaf dibandingkan tahun sebelumnya.

Lootah melaporkan, pusat tersebut memungkinkan para mualaf belajar lebih banyak tentang toleransi dalam Islam. Hal demikian akan meningkatkan aspek keagamaan dan sosial dari perjalanan baru.

 

Baca juga:

Survei Numbeo: Abu Dhabi Kota Teraman di Dunia

 

Sementara itu, Kepala Seksi Kepedulian Mualaf, Hanaa Abdullah Al Jallaf, mengatakan pusat ini menyediakan beberapa layanan kepada mualaf. Mereka memberikan layanan dimulai dengan dukungan finansial dan emosional dalam kerja sama dengan pihak berwenang terkait di Negara itu.

Al Jallaf menambahkan, dalam dukungan keuangan, pihaknya bekerja sama dengan Zakat Fund of Abu Dhabi dan mematuhi standar dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, pusat tersebut juga memfasilitasi prosedur pernikahan bekerja sama dengan Pengadilan Dubai.

Aplikasi-aplikasi ini termasuk penerbitan sertifikat Pindah agama ke Islam untuk Mualaf atau sertifikat untuk mualaf anak-anak sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Di samping itu, ada arsip yang sesuai dengan hukum dan standar yang berlaku, serta pengawasan perpindahan agama ke Islam di dalam dan di luar pusat tersebut dalam koordinasi dengan otoritas terkait.

Ia menegaskan kembali keinginan pusat meningkatkan dan menyederhanakan prosedur untuk memberikan layanan kepada mualaf. Orang yang ingin memeluk Islam dapat mengajukan diri melalui pengajuan daring melalui portal Smart Services.

Tidak hanya itu, menurutnya, pusat ini juga menyediakan pakaian Idul Fitri dan Ramadhan Mir bagi para mualaf. Mereka melakukannya dengan berkoordinasi dengan otoritas terkait.

Selain itu, pusat ini menyelenggarakan perjalanan umrah setiap tahun untuk mualaf dari berbagai negara. Kegiatan demikian dilakukan guna mengintegrasikan mereka ke dalam komunitas dan mempromosikan keragaman budaya. Semua kegiatan demikian dilakukan di bawah pengawasan Bagian Kepedulian Mualaf dan Kantor Urusan Haji dan Umrah di IACAD.

Dia juga menyebutkan pusat tersebut bekerja menyediakan panel diskusi psikologis serta pelajaran bagi mualaf. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran agama akan nilai-nilai dan praktik Islam.

Pusat Budaya Islam Mohammed Bin Rashid memiliki keragaman budaya dengan lebih dari 12 bahasa yang digunakan. Pernyataan proses Islam atau syahadat itu dilakukan berkoordinasi dengan sembilan pusat Islam. (hmz/rep/foto:flickr)

 

Baca juga:

1.248 Siswa Non Muslim dari 49 Negara Belajar Islam di Dubai


Back to Top