Warga Binaan Asal Bukittinggi Ini Masuk Islam Karena Suara Adzan di Lapas

gomuslim.co.id – Hidayah Islam bisa datang kepada siapa saja. Salah satunya seperti seorang narapidana (napi) binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bukittinggi, Sumatera Barat ini. Karena mendengar suara adzan yang merdu, napi ini mantap untuk memeluk agama Islam atau menjadi mualaf.

Dia adalah Rudi Anto Simarmata, pria berumur 40 yang sebelumnya merupakan seorang Nasrani. Rudi mantap masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid At Taubah Lapas Bukittinggi, Senin (20/1/2020) siang lalu.

Saat mengucapkan dua kalimat Syahadat, ia pun dipandu oleh H Abdul Aziz yang merupakan Pengurus MUI Kecamatan Ampek Angkek.

Hadir pula sebagai saksi, Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Bukittinggi, serta salah seorang warga binaan, Arif Rahmat atau lebih dikenal dengan Temok yang merupakan rekan Rudi.

Usai membacakan dua kalimat syahadat, Rudi mengganti namanya menjadi Muhammad Ilham Hariyanto. Nama tersebut merupakan usulan dari sang rekan, Temok.

 

Baca juga:

Jumlah Mualaf di Dubai Tahun 2019 Capai 3.771 Orang

 

Selanjutnya, ia pun mengungkapkan perihal kemantapan dirinya untuk menjadi mualaf. Yakni, lantaran ia terinspirasi dari rekannya Temok yang setiap waktu rajin menjalankan ibadah salat. Sehingga ia melihat, selama menjalani kehidupannya didalam lapas, Temok nampak lebih tenang dan enjoy.

"Selain terinspirasi dari Temok, saya masuk Islam karena sering mendengar suara adzan dari masjid di Lapas, hati saya terasa nyaman dan tenang," ujar Ilham, panggilannya setelah mualaf.

Ia juga mengatakan bahwa agama Islam itu Indah dan damai. Bahkan, sejak ia memeluk Islam dan mempelajari agama Islam, ia mengaku dirinya merasa telah menemukan kedamaian dan tujuan hidup serta hatinya menjadi lebih damai.

"Keluarga saya telah mengetahui bahwa saya masuk Islam. Dua orang saudara saya telah lebih dulu memeluk agama Islam. Saya sama istri telah lama bercerai, saya mempunyai satu orang anak beragama kristen," pungkasnya. (mga/harianhaluan)

 

Baca juga:

Ini Tiga Alasan Diplomat Jerman Mantap Peluk Islam


Back to Top