Program Santripreneur Bina 8.128 Santri di Tujuh Provinsi

gomuslim.co.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai penerapan program santripreneur berjalan sangat baik. Salah satu buktinya, program ini telah mencetak wirausaha industri baru dari lingkungan pondok pesantren dan telah membina 8.128 santri. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Industri Kecil, Menegah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih, Selasa (21/1/2020).

“Sejak 2013 kami telah melakukan pembinaan kepada 46 pondok pesantren yang tersebar di tujuh provinsi,“ katanya

Tujuh provinsi itu adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Lampung, Kalimantan Timur, dan Banten.

 

Baca juga:

Eco Pesantren Daarut Tauhid Jadi Contoh Aset Wakaf yang Edukatif

 

Menurutnya, sepanjang 2019 Program Santripreneur telah menjangkau 21 pondok pesantrean dan membina sebanyak 4.700 santri. Ke-21 pondok pesantren tersebut meliputi enam di wilayah Jawa Timur, tiga di Jawa Tengah, delapan di Jawa Barat, dan empat di Banten.

“Upaya ini sejalan juga dengan implementasi dari roadmap Making Indonesia 4.0. Para santri telah kami bekali pengetahuan, motivasi kewirausahaan, serta pelatihan produksi industri. Kami juga memberikan bantuan mesin dan peralatan produksi sesuai bidang usaha yang ditekuni di pondok pesantren tersebut,” tuturnya.

Ia mencontohkan, program Santripreneur sudah berhasil diterapkan dengan baik oleh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur, yang memproduksi alas kaki.

“Di pondok pesantren itu sudah mampu menghasilkan unit industri alas kaki yang memproduksi lebih dari 4.000 pasang sandal jepit spon per bulan,” ungkapnya.

Ada juga Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, alumninya membuka usaha bengkel setelah mendapat pelatihan. Demikian pula dengan Pondok Pesantren Al Ittifaq, koperasinya mampu meningkatkan nilai jual produk kopi dari Rp6.000 per kilogram menjadi Rp250 ribu per kilogram setelah mampu memproduksi kopi roasting.

 

Baca juga:

Presiden Jokowi Resmikan Dua Bank Wakaf Mikro di Kendal Jawa Tengah

 

“Tidak hanya coffee roasting, mereka juga kini mampu memproduksi kemasan kopi dengan merek kopinya sendiri,” kata Gati.

Ia optimistis pondok pesantren mampu mendukung pengembangan IKM nasional yang berdaya saing di kancah global. “Kami meyakini para santri muda akan mampu menjadi agen perubahan yang strategis dalam membangun bangsa dan perekonomian Indonesia di masa mendatang,” tegasnya Gati. (Mr/santrinews)


Back to Top