Belajar Dakwah, Keluarga Asal Denmark Ini Kunjungi Kampung Quran di Yogyakarta

gomuslim.co.id – Lima orang dalam satu keluarga asal Denmark mengunjungi kampung Qur'an Merapi dan Rumah Tahfidz Daarul Qur’an Matahati, di Yogyakarta untuk belajar Alquran dan cara berdakwah. Kunjungan tersebut dilakukan pada tanggal 9-16 Januari 2020 kemarin.

Pimpinan PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta, Maulana Kurnia Putra mengungkapkan, kunjungan tersebut dilakukan pada aktivitas dakwah Alquran dan aktivitas sosial yang juga sebagai program PPPA Daarul Quran. “Kami berharap kunjungan dari luar negeri tersebut dapat memberikan manfaat kepada kedua negara. Bismillaah, segera menuju dakwah PPPA Daarul Qur’an di lima benua," kata Maulana dalam keterangan tertulis, Rabu (22/1/2020).

Ia mengatakan, satu keluarga asal Denmark ini mengawali kegiatannya bersama Santri yang menerima beasiswa Tahfidz Quran (BTQ) for Leaders wilayah Yogyakarta. Katanya, para santri menerangkan tentang rancangan program sosial pemberdayaan komunitas di Kali Kode Yogyakarta kepada warga Denmark.

 

Baca juga:

Rian D'Masiv Bersama PPPA Daarul Qur'an Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

 

“Program itu bertajuk The Riverside Green and Aroma. Saat berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama santri, rancangan program tersebut diapresiasi oleh keluarga muslim Denmark tersebut, sebab program itu tidak hanya memberikan beasiswa secara finansial," ujarnya.

Setelah berbagi bersama santri, muslim Denmark ini kemudian mengunjungi Kampung Qur’an Merapi di Dusun Kalitengah Kidul, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Di sana, mereka mendengarkan kisah asli yang menceritakan tentang kesederhanaan dakwah Mbah Joyo di kampung tersebut.

“Ini akan melatih dan mendidik para penghafal Alquran untuk memiliki kapasitas lapangan secara langsung. Jadi berdampak sosial secara berkelanjutan disamping para penerima manfaat juga diedukasi untuk menghafal 30 juz Alquran," terangnya.

Sementara itu, Ibu dari keluarga muslim Denmark, Rukhsana Bibi pun kagum dengan kisah yang mereka dengar terkait Mbah Joyo. Bahkan, anak ketiganya yakni Maleeha juga kagum dengan sosok Mbah Joyo yang menurutnya sosok yang rendah hati.

"Subhanallah! Suatu tindakan yang rendah hati. Semoga Allah memberinya (Mbah Joyo) tempat tertinggi di Jannah, Amin. Dia adalah sosok yang rendah hati, dan kita bisa belajar bahwa kita jangan meremehkan kekuatan dari suatu perbuatan yang kecil. Memberikan kebahagiaan kepada orang lain adalah segalanya," ujar Maleeha.

Selain itu, keluarga tersebut juga mengunjungi Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an di Ungaran, Semarang. Di sana, mereka belajar memahami sistem pendidikan di pesantren, baik di program tahfidz, madrasah dan sekolah formalnya.

Di pesantren itu, anak Rukhsana yakni Rukhsar Asif dan Maleeha berbagi dan memberikan motivasi kepada 245 santri. Rukhsar bercerita, aktivitas ia dan keluarganya di Denmark yakni mengurus sekitar 200 keluarga pengungsi.

Kunjungan terakhir keluarga tersebut yakni ke Rumah Tahfidz Daarul Qur’an Matahati di Dusun Popongan, Sleman.  Di rumah tahfidz ini mereka belajar memahami  metode Tahsin dan Tahfidz yang dipakai di Rumah Tahfidz Daarul Qur’an Matahati.

Rukhsar dan Maleeha pun berharap ilmu yang mereka dapatkan selama kunjungan tersebut dapat memberi kekuatan. Sekaligus memberi motivasi dan inspirasi untuk berdakwah di Eropa yang seringkali mendapat tantangan secara sosial dan politik. (hmz/rls/pppadaarulquran) 

 

Baca juga:

SIGAB PPPA Daarul Qur'an Telusuri Kampung Terdampak Banjir di Lebak


Back to Top