Dorong Pengelolaan Wakaf, Kemenag Lantik Pengurus BWI Depok

gomuslim.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) melantik Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Depok untuk periode 2019-2022. Kepengurusan baru diharapkan mampu memberikan jawaban tentang pengembangan pengelolaan perwakafan di wilayah Depok.

Kepala Kemenag Kota Depok, Asnawi mengungkapkan, asset wakaf di Depok terbilang cukup banyak. Namun ia melihat warga Depok tidak mengetahui terkait alih fungsikan asset tersebut, karena menurutnya masyarakat tidak mengetahui keberadaan BWI. “BWI ini punya peran yang besar bagi masyarakat, tapi tidak banyak diketahui masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/1/2020).

Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan pengawasan ke pada masyarakat. Agar wakaf ini tetap lestari dan tidak dijual. “Puluhan hektar dan jika diuangkan, maka jumlahnya tentulah sangat banyak. Aset ini harus dijaga bersama-sama, tidak hanya oleh pihak Kementerian Agama melalui para Kepala KUA, tetapi juga tentunya oleh para Camat, Lurah bahkan RT dan RW,” tuturnya.

 

Baca juga:

Lembaga Filantropi Islam Sepakat Fokus Kembangkan Wakaf

 

Asnawi mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak menjual tanah wakaf yang dimiliki. Ia juga mengimbau para aparatur daerah untuk tidak menandatangai berkas dalam penjualan wakaf. Menurutnya, sesuai Undang-Undang tanah wakaf itu tidak boleh di jual, digadaikan, diwariskan, dihibahkan dialihfungsikan.

“Boleh, tetapi harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Sejauh ini di Depok masih cukup banyak kasus-kasus terkait dengan tanah wakaf, yang terjadi dan harus diselesaikan secara baik dan benar,” ujarnya.

Asnawi berharap dengan adanya Pengurus BWI Perwakilan Kota Depok bekerja sama dengan seluruh Dinas Instansi, stakeholder terkait, semua penyelesaian persoalan-persoalan tersebut bisa dilaksanakan dengan baik.

Untuk diketahui, susunan pengurus Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Kota Depok periode 2019 – 2022 yang dikukuhkan, yaitu, Ketua KH. A. Mahfudz Anwar, Wakil Ketua H. Hasan Basri, Sekretaris Ikhwanuddin, Bendahara Siti Hodidjah, Pembina Nazhir  H. Yayat Ruhiat, Pengelolaan dan Pemberdayaan Wakaf Dzikrullah Kamali, Hubungan Masyarakat Lan Stiawan, Kelembagaan dan Bantuan Hukum H. Syamsuri, Penelitian dan Pengembangan Wakaf H. Komaruddin Z. (hmz/radardepok)

 

Baca juga:

Direktur Budaya dan Dakwah DD: Edukasi ZIS Bentuk Karakter Anak jadi Dermawan


Back to Top