Menag Bantah Soal Rencana Atur Isi Teks Khutbah di Masjid

gomuslim.co.id – Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi membantah soal isu rencana pemerintah untuk mengatur tema atau isi teks khutbah di area masjid-masjid. Ia menegaskan, Kemenag sendiri tidak akan meniru cara Uni Emirat Arab (UEA) dalam mengelola khotbah seperti yang tengah ramai diperbincangkan.

"Saya cerita apa yang ada di negara-negara Arab, tapi kita belum pernah mengadakan perubahan apapun. Kita kan bagus, kalau kita mau melakukan sesuatu, kita melihat orang lain bagaimana. Oh di Saudi, begini, di Emirat Arab begini. Apakah kita akan ubah (red, cara di Indonesia)? Saya enggak pernah bilang untuk mengubah kok,” ujar Menag, Kamis (23/1/2020). 

Ia pun menjelaskan, pengalamannya saat berkunjung ke negara Arab sengaja diceritakan agar bisa menjadi tambahan pemahaman dan wawasan bagi jajarannya di Kemenag. Namun bukan berarti pihaknya akan mengatur teks khotbah di masjid-masjid Indonesia.

"Sudah pasti, sudah saya bilang kan, saya cerita apa yang ada di negara Arab, tempat lahirnya nabi-nabi, Rasulullah, apa yang ada di negara Arab lainnya, apa yang ada di Emirat Arab, silakan pahami itu. Enggak pernah saya katakan nanti (red.khotbah) di Indonesia akan begini," pungkasnya.

Sebelumnya, Menag berbagi cerita soal pertemuannya dengan Kepala Badan Urusan Agama Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed Matar Salem bin Abid Alkaabi di Abu Dhabi (15/12/2019) lalu. Keduanya berdiskusi soal penguatan moderasi beragama dan optimalisasi peran masjid.

Mohammed Matar Salem berbagi kepada Menag RI mengenai informasi kebijakan pemilihan khatib Jumat dan penceramah di negaranya. Menurutnya, ada 3 tipologi khatib dan penceramah.

 

Baca juga : 

Ini Kata Wamenag Terkait Rencana Pangkas Uang Saku Jemaah Haji

 

Pertama, khatib dan penceramah yang diberikan kebebasan untuk berkhutbah atau berceramah tanpa teks. Kedua, khatib dan penceramah yang diberikan kisi-kisi untuk selanjutnya dikembangkan oleh yang bersangkutan saat berceramah.

Ketiga, khatib dan penceramah yang cuma boleh membacakan naskah/teks yang disiapkan dan telah ditashih oleh General Authority of Islamic Affairs and Awqaf (Kementerian Urusan Agama Islam dan Waqaf).

Menag menyebut, pengalamannya saat berkunjung ke negara Arab sengaja diceritakan supaya dapat menjadi tambahan pemahaman dan wawasan bagi jajarannya di Kemenag.

“Udah saya bilang kan, saya cerita apa yang ada di negara Arab, tempat lahirnya Nabi-Nabi, Rasulullah, apa yang ada di negara Arab lainnya, apa yang ada di Emirat Arab, silakan pahami itu. Enggak pernah saya katakan nanti di Indonesia akan begini,” sebut Menag. (mga/kemenag)

 

Baca juga : 

Tunggu Sistem Online, Kemenag Pertimbangkan Cabut Moratorium Izin Pendaftaran PPIU


Back to Top