Tantara Muslimah Afrika Selatan Dapat Izin Pakai Hijab

gomuslim.co.id - Muslimah yang mengenakan hijab selalu menghadapi tantangan di tempatnya bekerja. Situasi ini lebih sulit untuk mereka yang berprofesi sebagai tantara dan polisi. Banyaknya Muslimah yang menjadi polisi dan tentara di seluruh dunia, mengunakan hijab sebagai bagian dari seragam menjadi tantangan tersendiri.

Seorang mayor Muslim Afrika Selatan, Fatima Isaacs, baru saja memenangkan hak untuk mengenakan hijab dibawah baret seragamnya dengan syarat ia mematuhi menjaga pertahanan.

"Ini bukan hanya kemenangan bagi Muslim dan wanita Muslim, tetapi juga kemenangan bagi Afrika Selatan. Ini adalah kemenangan melawan diskriminasi dan kemenangan tentang hak-hak yang kami perjuangkan. Negara seharusnya melindungi hak-hak itu," ujar Nazeema Mohammed yang membantu kasus Isaacs seperti dilansir dari publikasi About Islam, Kamis (23/01/20). 

Sebelumnya, Isaacs menghadapi dakwaan karena dengan sengaja tidak mematuhi perintah yang sah untuk melepas hijab yang dikenakan bersama seragamnya. Dalam persidangan di Castle of Good Hope di Cape Town pada hari Rabu (22/01/20), Pasukan Pertahanan Nasional Afrika Selatan (SANDF) menarik dakwaan terhadap Isaacs.

Putusan itu sangat meringankan dan memungkinkan wanita Muslim untuk terus mengenakan jilbab sampai keputusan akhir dibuat dalam masalah ini.

Pengacara Isaac, Amy Leigh-Payne dari Pusat Sumber Daya Hukum mengatakan pihaknya akan pergi ke Pengadilan Kesetaraan untuk mengajukan permohonan dan menentang kebijakan itu sebagaimana adanya. Jika pada tahap selanjutnya dia gagal untuk mematuhi pembatasan dengan alasan apa pun, dia bisa dituntut lagi.

"Kami menganggap ini hanya kemenangan parsial karena dakwaan sekarang telah dicabut tetapi kami sedang melanjutkan tantangan kami," kata Leigh-Payne.

 

Baca juga:

Pemain Rugby Muslimah Afrika Selatan: Hijab Adalah Identitasku


Tentara Berhijab

Berdasarkan laporan Pew’s 2010, Muslim menyumbang 1,5% dari populasi Afrika Selatan. Komunitas digambarkan sebagai orang kulit berwarna dan orang Asia. Ada beberapa kasus lain di mana polisi wanita Muslim telah berhasil mendapatkan hak mereka untuk mengenakan jilbab.

Pada November 2019, seorang perwira polisi cadangan khusus Muslim Trinidad dianugerahi $ 185.000 sebagai kompensasi karena kebijakan diskriminatif yang melarangnya mengenakan jilbab saat bertugas.

Pada 2016, Turki mengizinkan petugas polisi wanita untuk mengenakan jilbab. Langkah ini mengikuti pengumuman sebelumnya oleh Polisi Skotlandia yang menyatakan jilbab sebagai bagian opsional dari seragamnya untuk mendorong lebih banyak Muslim wanita untuk mempertimbangkan kepolisian sebagai pilihan karir.

Demikian pula di Kanada, pemerintah mengumumkan pada tahun 2016 bahwa Royal Canadian Mounted Police akan mengizinkan para perwira untuk mengenakan jilbab sebagai bagian dari seragam mereka, dengan harapan meningkatkan jumlah rekrutmen Muslim wanita. (Mr/aboutislam)

 

Baca juga:

Protes Larangan Hijab, Guru Non-Muslim Swedia Ramai-Ramai Pakai Penutup Kepala


Back to Top