Saudi Buka Cafe Halal Pertama di Area Pegunungan Alpen

gomuslim.co.id – Para pengunjung Kota Davos, Swiss yang ingin tetap hangat kini bisa berkunjung ke Saudi Cafe di area pegunungan Alpen. Pengunjung dapat mencicipi secangkir teh hitam Madinah yang manis dengan toping kelopak mawar kering atau menyelipkan kue Shaatha di piringnya.

Hidangan kuliner ditawarkan di kafe pop-up, dijalankan oleh Misk Foundation Arab Saudi, yang buka selama seminggu ini berlokasi di area gunung World Economic Forum (WEF).

"Ini adalah tahun pertama kita memiliki Saudi Cafe di Davos," ujar chef Najla Al-Otaibi sambil menyiapkan Masabeb, hidangan manis yang terbuat dari pancake dengan madu emas dan ghee tradisional seperti dilansir dari publikasi Arab News, Kamis (24/1/2020).

Ia menyebut, orang-orang sangat menikmati makanan dan minuman, kopi Arab dan teh, yang didatangkan langsung dari Madinah, dan teh Karak dengan susu.

Menu lain yang disediakan di Saudi Cafe adalah Henaini, sepiring roti hancur yang dicampur dengan kurma segar dan irisan lemon tipis. Ada pula hidangan paling populer, yakni kue Shaatha, hidangan tradisional Badui tua yang dibuat dari kurma.

 

Baca juga: 

Turis Muslim Hadapi Tantangan Temukan Makanan Halal di Korea Selatan

 

Al-Otaibi mengatakan, setiap orang tertarik untuk memesan kue Shaatha dan menikmatinya dengan secangkir teh Karak panas. “Saya suka menunjukkan pada dunia makanan kami (red-Saudi). Saya ingin memperkenalkan kepada mereka tentang semua makanan kami, dan menunjukkan hidangan luar biasa yang kami miliki di Arab Saudi,” tambahnya.

Selain menghidangkan aneka menu halal dari Arab Saudi, rancangan Cafe Saudi ini terinspirasi dari seni Islam. "Rancangan ini terobsesi dengan Seni Islam. Semua karya desain di sini dibuat oleh tiga bentuk sederhana yang berasal dari seni Islam, yang menciptakan berbagai furnitur yang fungsional, jadi kursi, rak buku, dan meja,” kata Kurator Misk Art Institute, Basma Al-Shathry.

Setiap dinding kafe terdapat gambar bentuk asli dengan bentuk-bentuk rumit di sekelilingnya. “Seni adalah sebuah prioritas. Jadi kami berusaha memastikan bahwa inisiatif apa pun yang kami ambil harus membantu seniman untuk memperkuat peran mereka di masyarakat, secara lokal dan internasional. Kami memastikan bahwa kami bisa mengajak orang yang tepat di tempat yang tepat” kata Al-Shathry. (mga/arabnews)

 

Baca juga: 

Shin The Korean Grill Resto Kuliner Halal Korea Resmi Hadir di Indonesia


Back to Top