Aishah Muhammad: Hijab Bukan Penghalang Profesi Dokter dan ‘Personal Trainer’

gomuslim.co.id - Banyak orang Barat memandang hijab sebagai ‘penindas’ wanita. Namun, Muslimah punya cara sendiri melawan persepsi salah itu. Salah satunya seperti yang ditunjukan oleh Aishah Muhammad.

Memakai hijab dan abaya tidak pernah menimbulkan masalah bagi dirinya yang berprofesi sebagai dokter dan ‘personal trainer’ (pelatih pribadi). Melihat wanita Muslim kurang terwakili di dunia kebugaran, Aishah memutuskan masuk di bidang pelatihan pribadi.

"Saya pikir ada pandangan umum bahwa ‘personal trainer’ akan selalu berada di tempat olahraga dan terlihat dengan cara tertentu. Aku tidak cocok dengan penampilan khas ini. Dunia kebugaran jarang mewakili populasi yang lebih luas. Apakah cara saya berpakaian membuat saya kurang memiliki pengetahuan di lapangan? tentu saja tidak," ujarnya seperti dilansir Metro.co.uk, Kamis (23/01/2020).

Berbekal pengetahuan tentang kesehatan dan kebugaran, ia melihat dirinya sebagai panutan bagi banyak Muslimah. "Saya suka bisa melihat perubahan dalam kepercayaan yang dimiliki klien saya pada diri mereka sendiri dan kemampuan mereka," katanya.

Sebagai dokter, Aishah mengobati penyakit dengan obat-obatan dan pilihan bedah. Sementara, sebagai pelatih, ia mencoba membantu orang meningkatkan kesehatan, membantu klien mengelola kondisi yang ada dan mengurangi risiko masalah kesehatan di masa depan.

 

Baca juga:

Selamatkan Ratusan Nyawa, Dokter Muslim Suriah Ini Terima Penghargaan Dewan Eropa


Gym Khusus Wanita

Aishah percaya industri kebugaran harus beradaptasi untuk mencerminkan dunia dan mewakili komunitas yang lebih beragam. “Ketika saya memikirkan tentang ide kamar khusus wanita atau gym, itu bukan hanya wanita Muslim yang suka berlatih di tempat pribadi dan terpencil,” kata Aishah.

Ia mengaku telah bertemu begitu banyak wanita selama bertahun-tahun yang hanya ingin merasa nyaman berolahraga tanpa kehadiran pria.

Untuk diketahui, Gym wanita pertama di Inggris dibuka di Cardiff, Wales Selatan pada tahun 2016. Pada Mei 2019, seorang wanita muda Muslim Inggris membuka gym di mana wanita dapat melepas jilbab mereka dengan aman saat berolahraga.

Menurut Sport England, hanya 18 persen wanita Muslim yang mengambil bagian dalam olahraga, dibandingkan dengan 30 persen dari total populasi wanita.

Dan lima tahun sebelumnya, angkanya serendah 12 persen - menunjukkan peningkatan wanita Muslim yang berolahraga dan kebugaran. Sebaliknya, angka-angka pria Muslim yang berolahraga tidak jatuh di bawah rata-rata untuk pria Inggris secara keseluruhan. (jms/metro/aboutislam)

 

Baca juga:

Rumah Sakit di Inggris Kenalkan Produk Hijab Steril Sekali Pakai


Back to Top