Arab Saudi Umumkan Biaya Visa Baru untuk Haji 2020

gomuslim.co.id - Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Mohammad Saleh bin Taher Benten mengumumkan tarif visa haji terbaru yang akan mulai berlaku pada musim haji 1441 H / 2020 M. Jemaah haji akan diminta biaya tambahan sebesar USD 80 (Rp1 juta). Kenaikan ini bersamaan dengan terus meroketnya tarif dari agen travel untuk haji.

Keputusan ini diambil setelah adanya pertemuan tahunan terkait dengan manajemen dan persiapan jamaah haji dari Malaysia untuk musim haji berikutnya. Selama pertemuan tersebut, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi dan pemerintah Malaysia menandatangani perjanjian mengatur kedatangan jamaah dan manajemen layanan yang akan diberikan selama mereka tinggal.

Meski diumumkan dalam rapat dengan Malasyia, tarif baru ini berlaku untuk jemaah dari semua Negara. Menteri Malaysia, Mujahid Yusof Rawa mengatakan bahwa biaya baru ini akan dikenakan pada semua calon jemaah haji dari semua Negara. “Ini (visa) adalah hal baru yang diperkenalkan oleh Arab Saudi," katanya, Kamis (23/1/20). 

 

Baca juga:

Kemenag dan DPR Upayakan Biaya Haji 2020 Tidak Naik

 

Mujahid juga mengatakan bahwa Arab Saudi akan menghapuskan biaya yang dikenakan pada jemaah yang pernah berangkat haji. Terlepas dari keputusannya untuk menghapuskan biaya USD 533 (Rp7,2 juta) untuk jemaah yang kembali ke Makkah, Arab Saudi berupaya untuk meningkatkan pendapatannya secara signifikan melalui kenaikan biaya visa baru. Biaya ini dikenakan pada lebih tiga juta Muslim yang hendak melaksanakan haji. 

Setiap tahun, ada lebih dari tiga juta Muslim menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Rawa menambahkan, nota kesepahaman (MoU) antara Kesepakatan itu akan melibatkan kepentingan kedua negara dalam administrasi urusan Islam. Menurut salah satu sumber Malaysia, diskusi panjang tentang isu-isu global, terutama tentang ekstremisme dan Islamofobia, juga diadakan selama pertemuan. (Mr/akurat/dbs)

 

Baca juga:

Ini Kata Wamenag Terkait Rencana Pangkas Uang Saku Jemaah Haji


Back to Top