Sekum Komisi Fatwa MUI: Menutup Aurat Wajib, Caranya Beragam

gomuslim.co.id – Islam mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurat sebagaimana disebutkan dalam Alquran. Sarana untuk menutup aurat ini pun sekarang sudah bermacam-macam. Demikian disampaikan Sekertaris Umum Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh baru-baru ini.

Ia menjelaskan aurat laki-laki dan perempuan berbeda, jadi yang diperintahkan adalah menutup aurat. Menurutnya, tata cara menutup aurat pun bisa beragam modelnya, salah satunya dengan menggunakan pakaian. Dengan demikian, kata Asrorun, pakaian itu pada hakikatnya adalah sarana untuk menutup aurat.

 

Baca juga:

Rabbani Usung Tema Rectoverso Lafuture untuk Tren Hijab 2020

 

"Apabila kewajiban menutup aurat itu tidak dapat dilaksanakan kecuali dengan menggunakan sarana penggunaan pakaian, maka pakaian yang menjadi sarana menutup aurat tadi hukumnya menjadi wajib," ujarnya, Kamis (24/01/2020).

Ia menambahkan, yang dimaksud pakaian pun beragam jenisnya. Bisa sarung, celana, jubah, jilbab, ataupun kerudung. Apapun itu, kata dia, intinya adalah menutup aurat.

"Jadi intinya bukan persoalan pakaian mau pakai sarung, celana, jubah, mau pakai kerudung, jilbab, intinya adalah menutup aurat. Yang diwajibkan adalah menutup aurat. Pakai pakaian itu tidak wajib, tapi kalau pakai pakaian itu sebagai sarana menutup aurat dan kalau tidak menggunakan sarana itu engga bisa melaksanakan kewajiban maka sarana itu menjadi wajib," jelasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa aurat bagi perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Maka yang menjadi persoalan bukanlah berjilbab atau tidak, tapi harus menutup aurat.

"Bisa saja orang jilbaban tidak menutup aurat, atau sebaliknya, engga jilbaban menutup aurat bisa engga? Ya bisa, menggunakan sarung, menggunakan apa (saja) yang bisa menutup aurat. Kuncinya itu,yang harus dipahami," tutupnya. (hmz/republika)

 

Baca juga:

Hadirkan Tiga Pembicara, BPI Islamic Fair 2019 Ajak Anak Muda Jadi Produktif dengan Karya


Back to Top