Israel Izinkan Warga Muslim Ibadah Haji dan Umrah

gomuslim.co.id - Pemerintah Israel pada Ahad (26/1/20) secara resmi mengizinkan warganya untuk melakukan perjalanan ke Arab Sudi untuk keperluan haji, umrah dan bisnis. Langkah pemerintah negara Yahudi ini dinilai media setempat sebagai tanda baru pemanasan bagi kedua negara untuk menjalin hubungan.

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Israel Aryeh Deri. Dalam peraturan ini, pemerintah Israel mengizinkan warganya pergi ke Saudi untuk berpartisipasi dalam pertemuan bisnis atau mencari investasi, asalkan mereka mendapat undangan dari badan resmi dan telah mengurus dokumen yang diperlukan untuk memasuki Negara itu.

Pemerintah itu juga secara resmi memungkinkan warga Muslim Israel untuk melakukan perjalanan ke kota Makkah untuk melakukan haji atau umrah. Kendati membuka izin kunjungan ke Arab Saudi, warga Israel tetap akan kesulitan karena tidak ada penerbangan langsung yang menghubungkan kedua negara. 

Di lansir dari publikasi Times of Israel, Senin (27/01/2020), Muslim Israel biasanya melakukan perjalanan haji menggunakan pasport sementara Yordania. Pada tahun 2018 Arab Saudi berencana untuk menutup celah akses tersebut.

Namun, belum jelas apakah perintah baru itu akan memungkinkan orang Israel bisa mengunjungi Arab Saudi, karena Pemerintah Riyadh umumnya melarang warga Israel masuk ke kerajaan itu dan belum membuat pengumuman terkait hal tersebut. 

 

Baca juga:

Siapkan Musim Haji 2020, Menteri Saudi Tandatangani Perjanjian dengan Indonesia, Yordania, dan Turki

 

Pernyataan kementerian itu mengatakan bahwa warga Israel akan diizinkan untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi hingga sembilan hari, tetapi seorang pejabat kemudian mengklarifikasi bahwa izin tersebut akan berlaku selama 90 hari.

Sebelumnya, hukum Israel melarang warga melakukan perjalanan bagi warganya ke banyak negara Arab, termasuk Arab Saudi, tanpa izin tegas dari menteri dalam negeri. Selama larangan itu, para pengusaha negara Yahudi nekat melakukan perjalanan secara diam-diam.

Arab Saudi sendiri belum membuat pengumuman yang mencabut larangan warga negara Israel untuk berkunjung. Para pejabat Israel sudah sering blakblakan bahwa kedua negara menjalin hubungan klandestin dalam beberapa tahun terakhir, terutama yang befokus pada masalah keamanan terkait permusuhannya dengan Iran.

Pada bulan Juli, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjamu seorang blogger Arab Saudi, Mohammed Saud, di kantornya di Yerusalem, sehari setelah lelaki itu diserang oleh warga Palestina yang marah karena pandangannya yang pro-Israel. Saud, yang dikenal sebagai pendukung keras Netanyahu, diundang ke Israel oleh Kementerian Luar Negeri sebagai bagian dari delegasi blogger dan jurnalis dari berbagai negara Arab.

Pada bulan September, Arab Saudi dengan keras menyerang pengumuman Netanyahu bahwa ia akan mencaplok Lembah Jordan dan bagian-bagian lain Tepi Barat. Saudi kemudian mengadakan pertemuan darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengutuk langkah yang direncanakan Netanyahu. (Mr/bisnis/sindo/dbs)

 

Baca juga:

Terkait Kuota dan Layanan, Begini Perkembangan Informasi Haji 2020


Back to Top