120 Santri Belajar Ngaji di Pesantren Lorong Parmusi

gomuslim.co.id – Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) mendirikan Rumah Qur’an Bani Thahir dengan menggalakan Pesantren Lorong di Kota Makassar, dimana kegiatannya meliputi belajar mengajar di lorong sampai di pos ronda.

Ustadz Rahim Mayau selaku pendiri Pesantren Lorong mengatakan, saat ini sudah ada 120 santri yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga lansia. Katanya, berdirinya Pesantren Lorong ini merupakan pesan dari mantan Perdana Menteri Indonesia, Mohammad Natsir.

“Beliau mengatakan saat itu bahwa umat Islam harus dikuatkan keislamannya satu persatu,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (28/1/2020).

Ia mengungkapkan, dalam mars Parmusi menyebutkan dengan membentengi hati umat dapat mengokohkan keistiqomahan dalam menjalankan Dakwah yang menjadi perintah dalam agama. Karena itu, ia mengaku Pesantren Lorong merupakan program yang tepat dalam berdakwah.

 

Baca juga:

Pesantren Motivasi Indonesia Miliki Kesamaan Visi dengan Pemikiran Gus Dur

 

Seiring berjalannya waktu, Rumah Qur'an itu pun berubah menjadi Pesantren Lorong Raudhah Indonesia. Pesantren dengan konsep tanpa pondok. Memberdayakan seluruh potensi lorong yang ada, mulai sumber daya manusia sampai sarana yang ada di lorong, seperti pos ronda, emperan lorong, teras dan rumah warga.

Lorong dengan panjang sekitar 100 meter yang berlokasi di kompleks Mangga Tiga Permai, Daya, Kota Makassar itu, kini menjelma jadi Pesantren Lorong Raudhah Indonesia, dengan pusat belajar di rumah Ustadz Rahim.

Lembaga itu ditopang oleh 18 guru Iqra dan Alqur'an, serta 10 Sanggar Cinta Alqur'an di rumah-rumah warga yang ada di sepanjang lorong. Menurut Ustadz Rahim, santri yang datang belajar Alqur'an, juga dibekali ilmu-ilmu keislaman lainnya, seperti aqidah, fiqh, keluarga samara dan ekonomi mandiri yang syar'i.

"Materi keislaman ini dibawakan oleh para ustadz secara tetap dan berkesinambungan. Prinsip santri di pesantren lorong ini, yakni selamanya jadi santri dan belajar hingga akhir hidup," pungkasnya. (hmz/rls/pilarindonesia)

 

Baca juga:

Masya Allah, Santriwati Asal Garut Ini Hafalkan Alquran 30 Juz Dalam Waktu 1,5 Bulan


Back to Top