Komunitas Muslim Kanada Peringati Tragedi Masjid Quebec

gomuslim.co.id – Komunitas Muslim Kanada sedang mempersiapkan perayaan peringatan tiga tahun insiden penembakan di Quebec. Rencananya, perhelatan tersebut akan berlangsung pada Rabu malam, (29/01/2020) besok di Kota Quebec. Ada dua kegiatan utama dalam peringatan ini yakni Kampanye Green Square dan Penggalangan Dana untuk keluarga korban.

Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM), Islamic Relief Canada (IRC), dan Pusat Kebudayaan Islam Kota Quebec telah meminta semua warga Kanada dan semua Muslim Kanada untuk memakai kotak hijau mulai tanggal 27 Januari - 29 Januari sebagai bagian dari Green Kampanye Square.

Pihak NCCM mengatakan, kegiatan Kampanye Green Square sendiri bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang insiden penembakan yang terjadi pada 29 Januari 2017 lalu. “Kampanye Green Square dirancang untuk meningkatkan kesadaran tentang apa yang terjadi pada tanggal 29 Januari 2017, mengingat para korban, dan mendukung keluarga mereka,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi About Islam, Selasa (28/01/2020).

 

Baca juga:

Pemakaman Muslim di Quebec Kanada Resmi Dibuka pada 2020

 

Selain itu, pada malam peringatan itu, kondisi alun-alun yang hijau nantinya akan mewakili karpet hijau masjid Kota Quebe yang basah oleh darah saudara-saudara yang menjadi korban. "Itu melambangkan fakta bahwa almarhum, insya Allah, di taman hijau, di tempat yang lebih baik sejak mereka meninggalkan kami malam itu," imbuh kelompok tersebut.

Di sisi lain, Islamic Relief Canada (IRC) meminta kepada masyarakat untuk menyumbang dana setiap bulan untuk memenuhi syarat zakat guna mendukung para korban serangan Masjid Quebec.

IRC juga mengajak masyarakat untuk berdiri bersama keluarga-keluarga tersebut dan turut memikul beban mereka bersama. Sedangkan uang sumbangan tersebut nantinya akan membantu para janda dan anak yatim daripada korban.

"Keenam wanita ini terus menjalani konsekuensi kehidupan nyata dari kebencian dan kekerasan, ketika mereka menjadi ibu tunggal dan satu-satunya pencari nafkah keluarga mereka pada malam tragis itu. Untuk menghormati warisan mereka yang hilang, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan keuangan bulanan yang berkelanjutan sehingga para ibu ini dapat membangun masa depan yang lebih baik untuk anak-anak mereka,” jelasnya.

Untuk diketahui, insiden penembakan dilakukan oleh seorang pria bersenjata Kanada. Pria tersebut melepaskan tembakan ke sebuah Masjid di Kota Quebec. Pelakunya adalah Alexandre Bissonnette dan telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan bebas bersyarat selama 40 tahun.

Peringatan ini menjadi bagian dari sebuah kampanye untuk mengingat para korban dan menangani masalah kebencian dan kekerasan yang terus berlanjut. Keenam korban tersebut adalah Ibrahima Barry (39 tahun), Mamadou Tanou Barry (42 tahun), Khaled Belkacemi (60 tahun), Aboubaker Thabti (44 tahun), Abdelkrim Hassane (41 tahun), dan Azzedine Soufiane (57 tahun).

Selain itu, ada pula sembilan belas lainnya yang mengalami terluka, termasuk Aymen Derbali, yang sekarang lumpuh.

Quebec sendiri adalah salah satu dari 13 provinsi dan wilayah Kanada. Wilayah ini adalah provinsi terbesar di Kanada berdasarkan wilayah dan divisi administrasi terbesar ke-2; hanya wilayah Nunavut yang lebih besar. Secara historis dan politis, itu dianggap sebagai bagian dari Kanada Tengah, dengan Ontario. Quebec adalah provinsi terpadat ke-2 di Kanada, setelah Ontario.

Quebec memiliki keunikan di antara provinsi-provinsi dengan populasi Katolik Roma yang sangat besar, meskipun baru-baru ini dengan kehadiran di gereja rendah. Sensus tahun 2001 menunjukkan populasi 1,5% Muslim. (mga/Aboutislam)

 

Baca juga:

Masjid Edmonton Kanada Jadi Tempat Tinggal Tunawisma Saat Musim Dingin Tiba


Back to Top