Arab Saudi Bakal Hapus Aturan Pemisahan Gender di Restoran

gomuslim.co.id – Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Urusan Kota dan Pedesaan berencana akan menghapus pemisahan laki-laki dan perempuan di setiap restoran. Sejumlah restoran pun sudah mulai menerapkannya, namun tidak sedikit yang keras menolak. Pasalnya selama ini Saudi mempunyai kebijakan ketat yang tidak mengizinkan perempuan makan di restoran tanpa mahram.

Hasi reformasi yang melibatkan 103 aturan, manual, model, dan standar ini bertujuan untuk membuat hidup warga Saudi lebih mudah. Nantinya, pria dan wanita tidak lagi harus memasuki restoran melalui pintu yang terpisah.

Manager Umum Hubungan Masyarakat dan Media Kementerian Urusan Kota dan Pedesaan Arab Saudi, Naif Al-Otaibi mengatakan bahwa pemisahan gender sekarang menjadi pilihan. "Ini opsional. Kami tidak menentukan jumlah titik masuk, sehingga investor bebas untuk memiliki beberapa titik masuk dan memisahkan (pria dari wanita) di restoran mereka," ujarnya seperti dilansir dari publikasi Arab News, Selasa (28/1/2020).

Disisi lain, salah seorang Arsitek di Arab Saudi, Abdulrahman Al-Harbi mengungkapkan, dirinya percaya jika Kerajaan menerapkan hukum desegregasi akan meningkatkan taraf bisnis restoran di Arab Saudi.

Menurutnya, dengan penyetaraan gender di setiap restoran, nantinya akan memberikan kemudahan bagi pengelola restoran itu sendiri meski tagihan konstruksi akan mengalami penurunan.

“Saya lebih suka ruang terbuka. Perancang yang baik dapat memberikan solusi privasi yang cerdas kepada pelanggan dengan berbagai cara. Jika kita ingin menyebut diri kita masyarakat yang beradab, kita harus terbiasa dengan lingkungan campuran gender," ungkapnya. 

 

Baca juga:

Saudi Buka Cafe Halal Pertama di Area Pegunungan Alpen

 

Banyak restoran dan kafe di Arab Saudi, termasuk rantai kopi Amerika Starbucks, biasanya memiliki bagian terpisah untuk keluarga (wanita sendiri atau ditemani oleh pria) dan pria. AlShaya Group, operator Starbucks, The Cheesecake Factory dan PF Chang mengatakan akan mengakhiri pemisahan gender di toko-toko dan tempat makan yang dibuka sebelum aturan baru diberlakukan.

“Kami di Alshaya berencana mengubah desain toko lama mengikuti hukum desegregasi yang baru, tetapi itu akan berlangsung selama dua tahun ke depan,” kata perusahaan tersebut.

Sementara itu seorang karyawan di salah satu gerai Starbucks mengatakan bahwa mereka akan mengeluarkan dinding yang memisahkan area maupun titik masuk yang memisahkan antara pria dan wanita. Namun kebijakan ini belum diterima sepenuhnya oleh sebagian warga Saudi Arabia.

Abdul Aziz Al-Qahtani, pemilik Bicicleta Coffee Shop di Riyadh, mengatakan bahwa sejak membuka cabang baru di ibukota U Walk, hanya diperlukan satu konter kasir.

“Kami memiliki pelanggan yang datang dan meminta bagian yang terpisah, tetapi kami harus mengikuti  perkembangan,” katanya.  Ia menambahkan,  perubahan undang-undang ini telah mengurangi biaya  produksi di berbagai level di industri di Arab.

“Sekarang kami tidak perlu dua kasir untuk melayani bagian keluarga dan bagian pria. Kami juga tidak harus memiliki ruang besar lagi untuk dapat membaginya menjadi dua bagian,” tutupnya. (mga/Arabnews)

 

Baca juga:

Minimalisir Obesitas Umat Muslim, Saudi Kampanye Jalan 8000 Langkah


Back to Top