Muslimah Ini Buka Butik Hijab Baru di Florida, AS

gomuslim.co.id – Seorang muslimah bernama Lailah Abdul-Rahin membuka butik hijab di Spring Hill, Florida, Amerika Serikat (AS). Butik bernama InCogNito House of Scarves itu dibuka sebagai salah satu upaya untuk membudayakan fashion hijab di Negeri Paman Sam.  

Menurut Lailah, mengenakan hijab bagi seorang muslimah merupakan sebuah kewajiban meski hijab masih menjadi sumber kontroversi sosial-politik di seluruh dunia, termasuk Amerika dan Eropa.

Bahkan, dengan munculnya istilah hijabophobia yang menjadi salah satu bentuk diskriminasi terhadap perempuan Muslim berhijab, tidah membuat para kaum muslimah, khususnya di Florida berhenti menggunakan hijab. Untuk itu, Lailah membuka butik hijab guna menyediakan berbagai model hijab terbaru bagi kaum muslimah di Florida.

InCogNito sendiri menawarkan kepada para wanita Muslim lokal tentang pengalaman hijab yang penuh gaya dan personal yang dilengkapi dengan tempat duduk dan cermin yang mewah.

Berbagai pilihan hijab dari segala macam jenis kain, model, dan warna menggantung didinding yang cerah dan menghiasi kepala manekin. Selain itu, terdapat pula sebuah permadani dan lampu-lampu hias yang semakin melengkapi butiknya sehingga mengundang wanita untuk datang dan memeluk agama Islam mereka.

“Saya membuka butik saya untuk memberi kesempatan para wanita Muslim untuk bertemu satu sama lain dalam suasana yang nyaman selain daripada di masjid atau rumah saudarinya,” ujar Lailah seperti dilansir dari publikasi About Islam, Rabu (29/1/2020).

 

Baca juga:

Ini Gym Khusus Muslimah Pertama di Toronto Kanada

 

Ia menambahkan, saat ini banyak orang yang lebih menyukai pemesanan secara online. Tetapi kaum wanita di sana, tidak selalu ingin menunggu kiriman atau mencari tahu apakah hijab yang mereka beli adalah yang mereka inginkan atau butuhkan.

Terkadang, mereka ingin secara langsung merasakan bahan kain hijab dan mendapatkan sebuah saran dari pemilik toko secara langsung. Mereka juga menginginkan kesempatan untuk berbicara dengan seseorang saat mereka mencobanya.

“Melihat jilbab di layar komputer tidak dapat dibandingkan dengan menggunakannya langsung di atas kepala Anda, merasakannya di wajah Anda dan melihat warna di kulit Anda. Mengenakan jilbab adalah pengalaman pribadi. Butik saya menawarkan sentuhan pribadi bagi wanita Muslim yang menghargai pengalaman mereka dengan cara yang tidak dimiliki oleh bagian syal di department store. Ini adalah ruang mereka bagi mereka sebagai Muslim,” paparnya. 

Terkait tentang apakah tokonya memenuhi kebutuhan wanita muslim lokal, Lailah mengungkapkan sebuah komunitas yang tengah berkembang. “Membuka toko itu salah satu pembuktian  bahwa masyarakat yang memiliki banyak Muslim, juga memiliki toko jilbab. Itu akan dengan sendirinya menunjukkan kemajuan dan pertumbuhan kami,” bebernya.

Menurutnya, ketika populasi Muslim tumbuh di suatu daerah, keberadaan masjid lokal saja tidak cukup. Mereka juga akan membutuhkan makanan halal, restoran, dan toko pakaian. Berbelanja di sebuah tempat yang melayani kebutuhan unik umat Islam yang berbasis agama adalah suatu keharusan dalam mengembangkan komunitas.

"InCogNito adalah contoh bagaimana komunitas kami berkembang dan menghargai kebutuhan wanita Muslim yang tertutup," jelas Lailah.

Lebih lanjut, di Amerika Serikat sendiri saat ini, komunitas semakin melayani beragam populasi Muslim dari beragam latar belakang, termasuk imigran dan kelahiran asli. Komunitas yang beragam membutuhkan barang dan jasa yang mencerminkan budaya yang diperkaya.

"Keragaman sangat penting karena umat Islam sangat beragam dalam etnis, budaya, gaya, dan ekspresi. Wanita Muslim Amerika sering memiliki tuntutan profesional dan sosial yang memengaruhi cara mereka menutupi kepala. Bekerja, mengajak anak-anak untuk berlatih sepak bola, atau berdandan untuk bertemu dengan seorang pelamar, kencan malam atau acara komunitas, semuanya membutuhkan cara yang berbeda untuk tampil tertutup. Siapa kita dan bagaimana kita menavigasi kehidupan kita memengaruhi pilihan jilbab kita,” paparnya.

Lailah pun mengungkapkan bahwa ia ingin tokonya menjadi tempat yang aman di mana wanita Muslim dapat secara positif mengeksplorasi hubungan mereka dengan jilbab.

"Dalam pengalaman saya, setiap wanita yang pernah saya saksikan mengenakan jilbab telah menciptakan penampilannya sendiri yang lembuh, feminin, mandiri dan kuat. Dan menunjukkan bahwa mereka adalah seorang Muslim yang tidak menyesal. Hijab bisa menjadi iklan untuk kepercayaan diri. Anda dapat berjalan di dalam ruangan dan menjadi berbeda dan tentu saja tetap menjadi diri anda sendiri,” tuturnya. 

Ia menyebut tujuannya membuka butik adalah agar menginspirasi wanita untuk melihat keindahan dalam kesederhanaan dan misteri. "Dengan produk InCogNito, mereka cantik dan dapat menyembunyikan keindahan tertinggi yang diberikan oleh Allah,” pungkasnya. (mga/Aboutislam)

 

Baca juga:

Aishah Muhammad: Hijab Bukan Penghalang Profesi Dokter dan ‘Personal Trainer’


Back to Top