Sambangi MPU Aceh, Tim Darud Donya Siap Selamatkan Situs Sejarah Islam di Aceh

gomuslim.co.id – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menerima kunjungan Tim Darud Donya, lembaga yang selama ini fokus dalam penyelamatan situs-situs sejarah Islam, Selasa (28/01/2020). Dalam pertemuan itu, Darud Donya menyarankan MPU mengeluarkan fatwa penyelamatan situs sejarah Islam.

Ketua Darud Donya Cut Putri mengatakan pertemuan dengan MPU Aceh dalam rangka silaturahmi serta memohon arahan para ulama Aceh dalam upaya menyelamatkan situs sejarah Islam. "Di antara situs tersebut yakni Taman Poteu Jeumaloy yaitu cagar budaya makam Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail dan juga situs-situs sejarah makam para ulama dan umara," kata Cut Putri.

Cut Putri menyebutkan ribuan makam ulama kondisinya terbengkalai, bahkan hilang dan musnah. Seperti di di kawasan situs sejarah Gampong Pande, Kota Banda Aceh. "Makam ulama dan umara Aceh zaman kesultanan hancur berserakan, tidak ada yang peduli. Bahkan oleh pemerintah daerah dijadikan tempat pembuangan sampah," kata Cut Putri.

Karena itu, Darud Donya memohon MPU Aceh menerbitkan fatwa untuk menyelamatkan dan melindungi situs sejarah Aceh, sehingga jejak sejarah Aceh dulu terkenal sebagai kawasan para ulama penyebar Islam bisa terjaga.

"Dengan adanya fatwa, maka perlindungan situs ke depannya akan lebih terjaga. Pemerintah Aceh maupun pemerintah kabupaten dan kota bisa menjadikan fatwa MPU tersebut sebagai pedoman penyelamatan situs sejarah di seluruh Aceh," kata Cut Putri.

 

Baca juga:

Kepala Kantor BI Aceh: Masjid Punya Dua Peran Strategis Edukasi Ekonomi Syariah

 

Ia menambahkan, masih banyak lagi situs sejarah yang tersebar di seluruh Aceh yang terbengkalai, sengaja dihilangkan bahkan sengaja dimusnahkan dengan alasan pembangunan modern dan perkembangan zaman.

“Bukan hanya itu, situs cagar budaya kompleks makam Sultan Sayed Jamalul Alam yang hampir musnah terjepit bangunan warga. Bahkan beberapa makam ulama dan umara Aceh cucu Rasulullah SAW di situ telah hilang disemen di bawah lantai dapur kedai bakso yang berjualan di makam Sultan. Juga situs Lamuri yang penuh peninggalan bersejarah pun kini rusak dan berada diambang kemusnahan,” katanya.

Cut Putri menyesalkan atas terbengkalainya situs-situs sejarah Islam di Aceh. Katanya. semua situs sejarah penting itu telah merekam jejak kegemilangan Islam di bumi Aceh sebagai warisan yang tak ternilai bagi generasi penerus Aceh.

“Hal ini dirasa sangat menyakitkan, juga sangat melecehkan kehormatan para ulama dan umara. Padahal mereka adalah para pahlawan yang sangat berjasa bagi Aceh dan perkembangan Islam di Asia Tenggara. Sungguh kepedihan yang sangat mendalam, kita bangsa Aceh seakan telah lupa dengan jasa besar para pahlawan, ulama dan umara masa lalu,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2019 Darud Donya telah mencanangkan Gerakan Peduli Situs Sejarah Makam Ulama dan Umara Aceh, sebagai bagian dari usaha sosialisasi penyelamatan situs sejarah di seluruh Aceh dan berharap agar di masa depan usaha ini dapat memberikan manfaat.

Sementara itu, MPU Aceh sendiri mendukung upaya penyelamatan situs sejarah Islam di provinsi ujung barat Indonesia tersebut. "Kami mendukung upaya penyelamatan situs sejarah Islam, termasuk menjaga dan memelihara makam pendahulu yang membangun peradaban Islam di Aceh," kata Wakil Ketua MPU Aceh Tgk Faisal Ali.

Tgk Faisal Ali mengaku miris melihat rendahnya penghormatan terhadap situs sejarah Islam, seperti makam ulama masa lalu. Karena itu, semua pihak perlu didorong terlibat aktif menyelamatkan situs sejarah Islam tersebut.

"Kami juga menyambut baik usulan adanya fatwa melindungi situs sejarah Islam. Kami akan membahasnya dengan para ulama Aceh guna menyelamatkan situs sejarah Islam di Aceh yang kini kondisinya sangat terancam," tuturnya. (hmz/antara)

 

Baca juga:

Bukopin Syariah Segera Buka Cabang di Banda Aceh


Back to Top