Arab Saudi Luncurkan Sayap Militer Pertama untuk Wanita

gomuslim.co.id - Arab Saudi meluncurkan sayap militer pertamanya untuk wanita di angkatan bersenjata Negara minggu ini. Kebijakan ini menandai apa yang banyak orang yakini sebagai tonggak lain dalam program modernisasi Visi 2030 yang dipelopori oleh Putra Mahkota Mohammed Bin Salman.

Dilansir dari Middle East Monitor, Ahad (09/02/20), ini membuka peluang kerja bagi wanita Saudi dipandang sebagai langkah besar menuju reformasi kerajaan yang sangat konservatif. Program ini diluncurkan sejak tahun 2016 untuk visi 2030, militer wanita ada di setiap sektor dari keamanan penerbangan hingga pengontrol paspor telah mulai mempekerjakan staf wanita.

 

Baca juga:

Ini Muslimah Pertama di Angkatan Udara Amerika Serikat

 

Berita tentang peluncuran sayap militer wanita dilaporkan oleh Reema Bandar Al Saud, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat. "Sayap perempuan pertama di Angkatan Bersenjata Arab Saudi telah diresmikan," tulisnya di twitter

Pada Oktober tahun lalu, Arab Saudi mengumumkan bahwa wanita di kerajaan itu akan diizinkan untuk bertugas di angkatan bersenjata.

Sebuah majalah Saudi melaporkan bahwa sayap baru itu diresmikan oleh sejumlah pejabat militer senior kerajaan.

Dikatakannya, Sayap baru ini sebagai bagian dari langak besar oleh Arab Saudi untuk mengintegrasikan wanita ke dalam angkatan bersenjata, sebuah upaya yang sekarang telah membuka militer untuk wanita di seluruh negara.

 

Baca juga:

Inilah Hijaber Pertama Anggota Militer AS

 

Wanita Arab Saudi kini dapat menjabat sebagai ujung tombok korporasi, korporasi, sersan, dan sersan staf di beberapa cabang seperti Pasukan Darat Kerajaan Saudi, Angkatan Udara Saudi, Pasukan Angkatan Laut Saudi, Pasukan Pertahanan Udara Saudi, Pasukan Pertahanan Udara Saudi Royal, Pasukan Rudal Strategis Saudi Arabia dan Layanan Kesehatan Angkatan Bersenjata.

Semakin banyak perempuan Saudi yang masuk di sektor-sektor yang dulunya didominasi laki-laki adalah perbatasan negara. Bahkan, dilaporkan pada 2019 bahwa 70 persen petugas pengontrol paspor yang berbasis di bandara-bandara utama Saudi di jabat perempuan. (Mr/ Middle East Monitor)


Back to Top