Manfaatkan Teknologi, Sekolah Islam Tertua di Singapura Ini Gunakan iPad untuk Belajar

 

 

gomuslim.co.id Madrasah Alsagoff Al-Arabiah Singapura yang terletak di sepanjang Jalan Sultan mendapat gelar resmi Apple Distinguished School karena telah mengubah sistem pengajarannya dari buku ke iPad.

Berdiri sejak tahun 1921, sekolah Islam tersebut merupakan sekolah Islam tertua yang ada di Singapura dan menjadi sebuah lembaga yang didirikan atas warisan kehendak terakhir para pedagang Arab asal Singapura yang sukses, Syekh Mohamed bin Ahmed Alsagoff.

Saat ini, sekolah tersebut pun menjadi sebuah lembaga pendidikan yang mewajibkan penggunaan iPad untuk setiap siswa dan pengajar. Bahkan saat ini, sudah tidak ada lagi penggunaan buku teks, hanya ada iPad yang digunakan, baik oleh siswa maupun guru.

Kecanggihan teknologi ini dimanfaatkan di setiap ruang kelas. Para guru memantau aktivitas siswa melalui aplikasi sambil memindahkan slide, memberikan latihan, dan menyelesaikan tugas siswa di layar.

Kepala Sekolah Madrasah Alsagoff Al-Arabiah, Syekh Mustafa Alsagoff sendiri mengungkapkan bahwa dirinya memiliki sedikit keahlian di bidang komputer.

Setelah naik dewan pada 2011 dengan menggantikan posisi Syekh Abbas Mohamed Alsagoff, ia meneruskan visi pendahulunya untuk menyingkirkan persepsi siswa yang menempuh pendidikan di madrasah akan mengalami ketertinggalan modernisasi seperti teknologi.

“Sejak awal kami memberi tahu siswa ini (red-Ipad) adalah perangakat pembelajaran, bukan untuk hiburan atau jejaring sosial,” kata Syekh Abbas seperti dilansir dari publikasi Asia One, Kamis (13/2/2020).

 

Baca juga:

Masya Allah, 15 Santri Tunanetra Ini Ikut Wisuda Tahfidz di Jawa Timur

 

Selanjutnya, pihak sekolah pun melakukan pemesanan iPad secara massal. Pemesannya itu, kata Syekh Abbas, bukanlah hasil kesepakatan dengan produsen, melainkan hal yang dilakukan sekolah untuk menyelesaikan masalah.

Pada awal kemunculan iPad, tidak ada banyak aplikasi yang mendukung sistem pendidikan secara penuh. Sekolah mengembangkan sendiri perangkat lunak dan materi pembelajaran serta melatih siswa untuk mendigitalkan buku teks dan menghasilkan konten interaktif yang dapat dibagikan kepada teman atau generasi selanjutnya.

Sementara itu, para guru juga secara resmi dilatih untuk bekerja dengan iPad. Dengan kata lain, semua guru dapat membuat kode dan mengajarkannya kepada siswa di setiap tingkatan.

Syekh Mustaffa menegaskan iPad tersebut secara ketat digunakan untuk pendidikan di sekolah. “Alih-alih menggunakan perangkat semacam ini untuk hiburan, kami mengajari mereka bahwa perangkat ini sangat berguna untuk belajar. Anda sebenarnya dapat memiliki waktu yang positif,” pungkasnya. (mga/AsiaOne)

 

Baca juga:

Kepala Sekolah Islam Inggris Bersumpah Bantu Anak Buruh Kulit Putih

 


Back to Top