Ini Orang Inggris Pertama yang Tunaikan Ibadah Haji

gomuslim.co.id - Lady Evelyn Murray DL JP yang dikenal Lady Evelyn Cobbold atau Lady Zainab Cobbold (17 Juli 1867 – Januari 1963), adalah seorang wanita bangsawan Skotlandia dari Era Victoria. Dia menjadi muslimah kelahiran Inggris pertama yang menunaikan haji pada tahun 1933. Saat itu, dia harus meminta izin khusus dari menteri Arab Saudi di London.

Karena orang Eropa non-Muslim dulu telah melakukan perjalanan ke Makkah untuk menulis petualangan mereka. Jadi, ada pembatasan pada orang Eropa pada saat itu, tetapi Evelyn, yang sekarang dikenal sebagai Zainab langsung diberikan izin.

 

Baca juga:

Kloter Pertama Jemaah Haji Inggris Tiba di Jeddah

 

Dilansir dari Ilmfeed, Kamis (13/2/2020), buyut dari Major Philip Hope-Cobbold yang memiliki Glemham Hall itu menjadi muslimah kelahiran Inggris pertama yang menunaikan ibadah haji. Ia telah memeluk Islam di akhir 1800-an dan telah mempelajari keyakinan itu selama masa kecilnya.

Evelyn dilahirkan dari keluarga aristokrat Skotlandia dan menjadi Mayfair socialite. Ia menghabiskan masa kecil di musim dingin di Afrika Utara yang mana ketertarikannya kepada Islam tumbuh.

Keyakinan dari orang-orang di sekitarnya, dan frekuensinya mengunjungi Masjid di Aljazair, membantu pemahamannya terhadap Islam dan meskipun ada batasan-batasan sosial.

Bagi Evelyn, Islam adalah agama yang masuk akal. Kisah Evelyn tentang hidupnya, pindahnya ia memeluk Islam dan perjalanannya ke Makkah semua direkam dalam diarinya. Ia menulis buku 'Pilgrimage to Mecca' yang menceritakan pengalamannya.

Setahun setelah dia kembali, Evelyn menulis bukunya sendiri. “Aku berada di Masjid Makkah, dan selama beberapa detik aku tersesat di sekelilingku karena keajaiban itu … aku tidak pernah membayangkan sesuatu yang luar biasa,” katanya.

Evelyn menghabiskan sebagian besar masa mudanya di Aljazair dan Kairo di mana ia dibesarkan oleh pengasuh Muslim.

 

Baca juga:

Ini Tanggapan Asosiasi Haji Inggris Terkait Fenomena Haji Selfie

 

“Kegembiraan saya adalah melepaskan diri dari pengasuh saya dan mengunjungi masjid-masjid bersama teman-teman Aljazair saya, dan tanpa sadar saya adalah seorang Muslim kecil di hati,” ujarnya. 

Meski demikian, dia tidak secara resmi mengumumkan keimanan Muslimnya hingga bertahun-tahun. Tak lama kemudian, ia memutuskan untuk melakukan ibadah haji.

“Kami berjalan ke Mahakudus, rumah Allah yang bangkit dengan keagungan sederhana. Butuh pena master untuk menggambarkan keindahannya,” ungkapnya. (Mr/ilmfeed)


Back to Top