Wagub Jabar Jelaskan Konsep Berbisnis Islam kepada Pengusaha Muslim

gomuslim.co.id – Pengusaha muslim diajak untuk menjalankan usahanya agar sesuai dengan tuntunan nilai-nilai Islam. Ajakan ini disampaikan Wakil Gubernur, UU Ruzhanul Ulum dalam Silaturahmi Nasional Perhimpunan Pengusaha Muslim yang tergabung dalam Lariba Islamic Indonesia di Hotel Grand Asrilia, Kota Bandung, Ahad (16/2/2020).

Ia mengatakan, tata cara berdagang maupun berbisnis cara Islam dapat dipelajari dalam ilmu fikih. “Kami yakin Lariba hadir untuk mengembalikan dan melaksanakan konsep-konsep dagang sesuai dengan aturan Islam, supaya ekonomi Islam bisa hebat dan rakyatnya bisa maju untuk penegakan agama,” kata Kang Uu. 

Menurutnya, ketika ada proses jual-beli, harus ada syarat antara penjual dan pembeli, pembayaran, dan barang yang diperjualbelikan. “Dalam fikih kalau akad (jual-beli) harus jelas apa yang dibeli, terus harus ada ijab dan qabul,” katanya.

Kang Uu sapaan akrabnya ini mengungkapkan, banyak pengusaha yang sudah menerapkan usaha dengan tuntunan nilai-nilai islam. Di Amerika Serikat, kata dia, sejumlah restoran cepat saji menjalankan usahanya dengan nilai-nilai Islam.

“Tapi kalau kita melihat ke restoran cepat saji, sebagai pembeli kita ditanya dulu oleh petugasnya dengan sikap dan senyuman yang baik. Kita minta (misalkan) goreng ayam ditambah minuman. Tidak bisa kita langsung makan dan, bahkan tidak diberikan dulu itu makanan (goreng ayamnya) kalau belum ada pembayaran yang sah,” ucapnya.

 

Baca juga:

Dosen Kuwait University Peringatkan Bahaya Riba

 

“Kita bayar dulu secara kontan, lalu baru setelah itu baru kita bisa makan. Nah, cara jual-beli seperti itu yang Islami, yang sesuai fikih. Tidak ada riba di sana,” jelasnya.

Ia berharap, Lariba Islamic Indonesia bisa mengembalikan dan melaksanakan konsep berbisnis yang sesuai dengan aturan Islam. Selain itu, dia mengapresiasi Lariba karena mengedepankan kehalalan, kebermanfaatan, dan kesuksesan dalam berbisnis.

“Ini adalah sebuah gerakan yang sangat mulia, di mana tidak semua orang peduli terhadap ekonomi umat – baik kehalalannya atau kesuksesannya dalam berbisnis, dan juga kemanfaatan daripada bisnis tersebut,” pungkasnya. 

sementara itu, Ketua Umum Lariba Islamic Indonesia LQ Sudiman, dalam sambutannya, berharap Lariba bisa menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia. Lewat acara silaturahmi nasional tersebut, dia yakin akan terwujud sebuah sinergi di antara para anggota.

“Lariba sebagai sebuah pergerakan tentu saja tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, harus dilakukan secara sinergis dan berjamaah,” kata Sudiman.

“Oleh karena itu, Lariba Islamic Indonesia mudah-mudahan menjadi triger (pemantik), menjadi solusi kebangkitan ekonomi umat Islam pada khususnya dan mudah-mudahan bisa menjadi solusi untuk negara kita tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Adapun Lariba Islamic Indonesia merupakan  perkumpulan  pengusaha muslim yang dalam bisnisnya memiliki satu tujuan, yakni ibadah. Hal ini selaras dengan motonya yakni 'Bisnisku Ibadahku'. (hmz/ayomedia)

 

Baca juga:

Baru Diresmikan, Kini IAIN Papua Miliki Galeri Investasi Syariah


Back to Top