Olimpiade 2020, Jepang Latih 1000 Koki untuk Siapkan Makanan Halal 

gomuslim.co.id – Menjadi tuan rumah Olimpiade 2020, Jepang turut menargetkan raih emas dalam ajang bergengsi dunia tersebut. Mereka bahkan melatih 1000 koki dalam persiapan makanan halal untuk Olimpiade yang akan berlangsung pada musim panas 2020.

Diperkirakan, sekitar lima juta pengunjung Muslim dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara akan turun ke Tokyo untuk acara olahraga spektakuler yang berlangsung pada bulan Juli hingga September 2020 mendatang.

Untuk itu, Jepang telah bekerja sama dengan Malaysia untuk memperkenalkan standar ramah-Muslim (MFS) Jepang di industri makanan. "Kebanyakan turis Muslim ingin mencoba makanan Jepang," ujar CEO Acrosx Malaysia, Keith Wong seperti dilansir dari publikasi Arab News, Kamis (20/2/2020).

Keith Wong sendiri telah ditunjuk sebagai komite pelatihan ahli halal dari Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang untuk membantu mengembangkan versi halal dari masakan Jepang.

Menurutnya, permintaan makanan Jepang halal sedang booming. "Tempura populer di kalangan orang Timur Tengah dan di Asia Selatan, sementara ramen dan unagi (belut) populer di kalangan Muslim dari Asia Tenggara. Sashimi dan sushi sangat populer di kalangan semua Muslim,” ungkapnya.

 

Baca juga:

Fasilitasi Muslim Selama Olimpiade 2020, Jepang Sudah Siapkan Mobile Masjid

 

Ia menunjukkan bahwa MFS diperlukan karena jumlah restoran halal di Jepang saat ini tidak cukup untuk memenuhi semua preferensi pengunjung selama Olimpiade.

Pemerintah Jepang sendiri telah bermitra dengan Perusahaan Pengembangan Industri Halal Malaysia untuk memiliki lebih dari 1.000 koki terlatih dalam menyiapkan makanan halal dan menjadi bersertifikat MFS. Menurutnya, MFS bahkan lebih ketat daripada standar halal umum. "Kami bertujuan untuk melatih 500 restoran untuk sertifikasi ramah Muslim untuk Olimpiade," tegas Wong.

Lebih lanjut ia menjelaskan, restoran yang mengadopsi MFS akan diharuskan memiliki dapur halal yang terpisah dan menyediakan peralatan yang berbeda untuk pelanggan Muslim.

Koki dan operator restoran Jepang yang mengambil bagian dalam pelatihan ini akan belajar tentang sejarah Islam, penyimpanan makanan halal, dan metode memasak.

Ia mengungkapkan, Industri halal global diperkirakan bernilai sekitar $ 2 triliun, dan Jepang melihat pelancong Muslim lebih berharga daripada turis Tiongkok, kata Wong. “Wisatawan Tiongkok ke Jepang biasanya akan menghabiskan uang untuk barang mewah kelas atas. Sementara pelancong Muslim, dengan teman dan keluarga mereka, akan menghabiskan uang untuk makanan, penginapan, dan pariwisata,” paparnya.

Ia pun mencatat bahwa kemitraan MFS dengan Malaysia diperkirakan akan melampaui Olimpiade 2020. Ia juga optimis bahwa Jepang dapat menjadi pemain global dan berkualitas tinggi di industri halal. "Kami akan mengincar World Expo 2025 di Osaka," pungkasnya. (mga/ArabNews)

 

Baca juga:

Dorong Ekspor Halal, Malaysia Siap Rebut Emas di Olimpiade Jepang


Back to Top