Designer Muslimah Ini Ubah Konotasi Corona Jadi Karya Busana

gomuslim.co.id – Munculnya virus mematikan, Corona di Wuhan China sejak Desember 2019 lalu menjadi momok menakutkan bagi masyarakat di seluruh dunia. Terlebih, hingga Februari 2020 dikabarkan bahwa virus tersebut telah menewaskan hingga 2000 jiwa. 

Sejumlah Negara pun berupaya untuk melakukan pencegahan semaksimal mungkin untuk meminimalisir penularan virus yang kini diberi nama Covid-19. Namun, di tangan designer muslimah asal Bandung, Irna Mutiara, konotasi mengerikan dari virus corona diubah menjadi sebuah karya busana muslim yang brilian.

Irna pun mendesign busana muslim bertema Corona yang terinsipirasi dari virus mematikan tersebut. Bahkan Irna mengungkapkan, virus corona memiliki bentuk yang indah sehingga ia jadikan sebagai design busana muslim barunya pad tahun 2020 ini.

“Kali ini saya membuat busana muslim yang memang motifnya mengambil dari virus corona, karna kalau kita lihat ya, kita googling virus corona itu, Masya Allah, bentuk virusnya itu cantik dan bagus. Jadi, sesuatu yang bagus ternyata membahayakan, tapi ini tergantung manusianya sih sebenarnya,” ujar Irna saat ditemui di ajang Muslim Fashion Festival (Muffest) 2020 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis (20/2/2020).

 

Baca juga:

MUFFEST 2020 Resmi Dibuka, Menkop UKM Yakin Indonesia Jadi Kiblat Fashion Muslim

 

Pada kesempatan tersebut, Irna membuat enam buah busana muslim bertemakan Corona yang ia tampilkan pada acara fashion show di ajang Muffest 2020 dengan brand milikinya, Irna La Perlaa.

Ia menjelaskan, busana muslim corona tersebut ia buat menggunakan konten lokal dari Sumatra Barat (Sumbar). Salah satu karyanya tersebut dibuat menggunakan kain songket asli Sumbar yang dipadukan dengan sulaman tangan handmade, bordir halus, dan sentuhan kristal. “Saya tambahkan design dari virus corona yang tengah viral tapi saya juga mengangkat konten lokal agar konten lokal itu bisa ikut terangkat,” imbuhnya.

Irna pun menggunakan perpaduan warna hijau dan emas dari keenam busana Corona kali ini. Lagi-lagi, warna tersebut pun seperti warna virus corona yang didominasi dari warna hijau dan kekuningan. “Warnanya mirip dengan virus corona, hijau dan emas,” singkatnya.

Lebih lanjut Irna menjelaskan, proses pembuatan busana muslim Corona tersebut memakan waktu selama dua bulan, terhitung mulai dari design hingga menjadi sebuah baju. Untuk bahan yang mengangkat konten Sumbar pun, ia dapatkan langsung dari pengrajin kain di Sumbar.

Pada kesempatan tersebut pula, Irna pun mengajak kepada masyarakat dan para designer busana, khususnya busana muslim di Indonesia untuk turut mengangkat konten lokal. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak ragam hal yang bisa dimanfaakan untuk industri fashion. Terlebih hal tersebut bisa turut mengangkat pengrajin lokal Indonesia untuk turut serta memajukan fashion busana muslim di tanah air.

“Ayo kita sama-sama mengangkat konten lokal agar pengrajin di Indonesia turut berkembang. Karna fashion muslim di Indonesia ini, saya yakin, akan tumbuh dan berkembang pesat,” pungkasnya. (mga)

 

Baca juga:

Tampil Perdana di 23 Fashion District, LIQA Persembahkan Busana Muslim dengan Gaya Soft Elegant


Back to Top