Jubir Pemerintah Xinjiang Sebut Penyebaran Corona Bukan Dari Kampung Muslim Uighur

gomuslim.co.id – Pemerintah Xinjiang memastikan kampung Muslim Uighur bukan awal dari penyebaran virus Corona. Justru kampung tersebut termasuk salah satu lokasi yang tidak menerima penyebaran virus mematikan itu.

Dilansir ECNS pada selasa (25/2/2020), Juru bicara Pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang, Ilijan Anayt mengatakan, terjadi misinformasi dari pusat Pendidikan dan pelatihan keterampilan di Xinjiang yang menyatakan penyebaran virus corona berawal dari kampung muslim Uighur.

“Tidak ada penularan virus itu dalam skala besar di lingkungan lembaga pendidikan dan pelatihan keterampilan karena peserta didiknya sudah lulus sejak tahun kemarin. lalu ada oknum Pemerintah China memanfaatkan Virus Corona untuk membantai sejuta Muslim di kamp-kamp vokasi. Semuanya rekayasa dan fitnah sehingga dengan tegas kami menentangnya,” ungkap Ilijan.

Ia mengaku yakin keberadaan kamp-kamp tersebut sangat efektif sehingga wilayah yang berbatasan langsung dengan Rusia, Kazakhstan, Uzbekistan, Tajikistan, Afghanistan, Pakistan, dan India itu sudah tidak ada lagi terorisme sejak tiga tahun terakhir.

 

Baca juga:

Hikmah Virus Corona, Warga China Jadi Lebih Rajin Ibadah

 

Sejak wabah Virus Corona COVID-19 mewabah, Xinjiang telah melakukan upaya pengendalian dan pencegahan sebagaimana arahan Komite Sentral Partai Komunis China (CPC). Bahkan katanya, semua warga dari kelompok etnis mana pun harus terjaga kesehatannya.

"Kami telah melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengendalian. Tidak ada kasus Virus Corona yang terjadi di kamp vokasi dan penjara di Xinjiang," ujarnya.

Ia menuturkan, dalam konferensi pers pada 9 Desember 2019, Gubernur Xinjiang Shohrat Zakir menyatakan, didirikannya beberapa kamp vokasi di daerahnya itu bertujuan untuk menangkal terorisme dan radikalisme.

Untuk diketahui, sebagaimana data Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) yang dilansir Antara, menyebutkan bahwa di Xinjiang terdapat 76 kasus Virus Corona COVID-19, sebanyak dua orang di antaranya meninggal dunia dan 30 lainnya dinyatakan sembuh. (hmz/ecns)

 

Baca juga:

Bantu Penanggulangan Virus Corona, Komunitas Muslim China Sumbang Rp1,79 M


Back to Top