OKI Adopsi Deklarasi Kairo tentang Hak Asasi Manusia dalam Islam

gomuslim.co.id – Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Dr Yousef bin Ahmad Al-Othaimeen mengumumkan bahwa OKI akan mengadopsi Deklarasi Kairo tentang Hak Asasi Manusia dalam Islam (CDHRI) setelah melalui revisi yang sesuai dengan standar hak manusia internasional. Hal tersebut Al-Othaimeen disampaikan saat berbicara pada sesi ke-43 Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HRC) yang diadakan di Jenewa pada Rabu, (26/2/2020).

Ia berharap kepada para menteri luar negeri dari Negara-negara anggota OKI untuk menyetujui CDHRI pada pertemuan di Niamey, Niger pada bulan April 2020 mendatang. 

Dilansir dari Arab News, Jumat (28/2/2020), Al-Othaimeen menyoroti beberapa upaya yang telah dilakukan OKI untuk memerangi rasisme dan xenofobia, termasuk Islamofobia. Ia mengklaim bahwa upaya tersebut adalah hasil dari perlawanan intelektual dan politik terhadap pluralisme budaya.

Ia juga mengatakan bahwa OKI bekerja sama dengan mitra-mitranya, telah menyiapkan pendekatan yang komprehensif dan konsensual untuk mengatasi hasutan untuk kebencian, diskriminasi dan kekerasan berdasarkan agama.

 

Baca juga:

Indonesia Minta OKI Bersatu Jaga Solidaritas Perdamaian Palestina

 

Melalui pidatonya, Al-Othaimeen yang merupakan perwakilan tetap OKI Jenewa Nassima Baghli menekankan bahwa terorisme, termasuk ekstremisme agama, adalah sumber utama keprihatinan bagi masyarakat internasional.

Ia menunjukkan bahwa OKI akan terus mengutuk retorika ideologis yang diadopsi oleh kelompok-kelompok teroris dan telah mendirikan Pusat Sawt Al-Hikma (Suara Kebijaksanaan) yang berfokus pada mengatasi retorika ideologis ekstremis.

Pidatonya juga meninjau pelanggaran hak asasi manusia yang paling umum diderita oleh umat Islam, merujuk pada dokumentasi terperinci dari badan hak asasi manusia PBB sendiri dan OKI diskriminasi dan kekerasan terhadap Muslim Rohingya.

Al-Othaimeen menjelaskan bahwa tindakan Amerika di Palestina dalam beberapa bulan terakhir mengharuskan OKI untuk menekankan bahwa setiap inisiatif perdamaian antara Israel dan Palestina harus konsisten dengan hak-hak yang sah, terutama di antaranya adalah hak untuk menentukan nasib sendiri.

Selain itu ia juga menekankan dukungan OKI untuk Kashmir dalam mengejar hak sah mereka untuk menentukan nasib sendiri sesuai dengan resolusi internasional dan menyoroti kecaman OKI terhadap pendudukan berkelanjutan Armenia atas Nagorno-Karabakh dan tujuh wilayah yang berbatasan dengan Azerbaijan. (mga/ArabNews)

 

Baca juga:

Bahas Rencana Perdamaian Timur Tengah, OKI Gelar Pertemuan Darurat


Back to Top