Baitul Quran DT Seleksi Calon Santri Tahfiz dari Bandung Hingga Amerika

gomuslim.co.id - Baitul Quran (BQ) Daarut Tauhiid menggelar seleksi Santri Tahfiz Quran (STQ) angkatan ke-16 yang digelar sejak Selasa di Aula Darul Hidayah Masjid Daarut Tauhiid (25/2/20).

Beberapa calon Santri Tahfiz Quran Angkatan ke-16 terlihat sedang dites dan diwawancara oleh musyrif dan guru Baitul Quran (BQ) DT di area Ikhwan. Sementara itu, para orangtua calon santri diwawancara di area akhwat. Calon santri dan orangtua yang belum diwawancara, menunggu di lantai utama Masjid DT Bandung.

 

Baca juga:

Aa Gym: Sarjana Teknik Jadi Pendakwah Mahir Wirausaha

 

Muhammad Tuqo, Staf Syiar BQ DT mengungkapkan, seleksi STQ 16 dibagi menjadi tiga tahap, yakni tes kemampuan bacaan, tes hafalan, dan wawancara untuk menggali akhlak dan kebiasaan calon santri, serta kesiapan menjalani semua pembiasaan dan peraturan BQ DT.

“Calon santri dan orangtua ditanya, apakah sudah siap dengan pembiasaan di sini, karena sebelumnya ada yang kaget. Karena kita dibiasakan dulu, digembleng dulu ibadahnya, ternyata yang sebelumnya ada yang kaget, misalnya harus bangun jam setengah tiga, silakan tahajud satu juz misalkan, jadi kurang baik berjalannya program santri yang bersangkutan,” jelas Tuqo, Kamis (27/2/2020).

Ada beberapa syarat yang harus dipersiapkan para santri, diantaranya calon santri harus bisa membaca Alquran dengan lancar, baik dan benar. Sementara itu santri harus menyetor hafalan surat at-Taqwir untuk santri usia 12-15 tahun dan surat al-Furqan bagi calon santri usia 16-25 tahun. Informasi syarat-syarat ini diberitahu H-2 seleksi.

 

Baca juga:

Pertokoan Wakaf Daarut Tauhid Ciptakan Lingkungan Jual Beli Islami

 

Tuqo menambahkan, pendaftaran tahun ini sebagai pendaftran dengan calon santri terbanyak sepanjang sejarah BQ DT. Calon santri berasal dari Bandung hingga Maryland, Amerika Serikat. Calon santri dari Amerika Serikat merupakan orang Indonesia yang sudah tinggal di sana selama 11 tahun. Akhwat berusia 17 tahun ini tertarik mendalami Agama Islam, khususnya al-Quran di DT karena menyimak dakwah Aa Gym di Amerika Serikat.

“Bisa dibilang ini terbanyak dari sebelum-sebelumnya, kerena dari satu gelombang saja dua kali lipat dari yang kita butuhkan. Paling deket dari sekitar Gerlong, dari keluarga sankar, Alhamdulillah ada. Yang paling jauh dari Amerika. dia mau belajar di sini atas keinginan sendiri, kemudian didukung juga oleh orangtua. Katanya, dia ingin sekali belajar di DT,” kata Tuqo. (Mr/daaruttauhiid)


Back to Top