Vice President Elzatta: Pasar Busana Muslim di Indonesia Terus Meningkat

gomuslim.co.id – Brand fashion muslim Elzatta menilai pangan pasar busana Muslim semakin naik. Hal tersebut mengingat tren hijrah di Indonesia yang semakin meningkat. Contohnya, Kota Bandung mendorong tumbuhnya market baru, di mana terdapat bisnis busana muslim yang melengkapi fesyen di Indonesia.

Kendati demikian, Elzatta mengakui, pihaknya tidak bisa memprediksi angka pertumbuhannya. Mamun maraknya remaja hijrah telah membuat ceruk baru busana muslim. Mereka menjadi market potensial yang memungkinkan untuk terus digarap. Demikian disampaikan Vice President Elzatta, Tika Latifani Mulya baru-baru ini. 

Ia mengatakan, besarnya potensi market busana muslim akan menjadi fokus Elzatta untuk membuka toko offline dan online. "Mereka cukup berpengaruh terhadap kinerja penjualan kami. Dari yang sebelumnya tidak terhadap, menjadi terhadap. Apalagi, kini mereka makin konsen dengan pakaian mereka, apakah  sudah sesuai syariat atau belum," kata Tika, Jumat (27/2/2020).

Ia mengaku, tahun ini, pihaknya menargetkan penjualan secara online bisa terus meningkat. "Makanya, walaupun toko offline di Bandung banyak tapi yang onlinenya kami garap. Ada website, sosial media dan lainnya," ujar Tika.

 

Baca juga:

Jadi Pembicara Talkshow Muffest 2020, Dewi Sandra Bahas Tentang Penghisaban

 

Sebenarnya, kata dia, penjualan online Elzatta sudah mulai digenjot. Tapi belum  dioptimalkan bila dibandingkan jaringan offline. Namun yang jelas, pasar online itu ada dan besar. Pada 2018 ke 2019, Elzatta mencatat pertumbuhan pasar online 10 kali lipat.

Ia menilai, walaupun belum mengekspor produk secara resmi tapi pembelian untuk di bawa ke luar negeri banyak. Seperti ke Malaysia, terkadang ada konsumen yang membeli kemudian dijual di Malaysia. Brand Dauky, misalnya, onlinenya 20 persen visitornya dari Amerika Serikat. Namun, pihaknya akan fokus menggarap pangsa pasar dalam negeri.

Menurut dia, Elzatta memiliki ciri khas sendiri, yaitu menonjolkan puspa warna. Yakni, bermain motif bunga, tapi warna tetap Elzatta. "Warna elzatta itu warna cantik seperti pink, nude, cokelat," katanya.

Elzatta, kata dia, memang sejak lahir motifnya bunga tapi dimodifikasi. Selain itu, Elzatta unggul di motif nusantaranya. Jadi bentuknya  bisa batik, tenun, dan lain-lain. "Bunga itu karena, identik dengan perempuan feminim. Bunga dengan perempuan deket. Itu ciri khas kami," katanya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Istri Sandiaga Uno, Nur Asia Uno menilai saat ini hijab bukan hanya menjadi produk lokal, tapi internasional. Indonesia ikut andil dalam produk hijab ini. Dengan begitu kepada para pengusaha Indonesia terus percaya diri dengan produk dalam negeri.

"Produk kita itu hebat-hebat. Makanya kita harus percaya diri dengan produk kita. Kalau bukan sama kita sama siapa lagi. Kalau tidak sekarang kapan lagi," pungkas Nur Asia Uno. (hmz/sindo)

 

Baca juga:

Muffest 2020 Sajikan Gaun Pernikahan dengan Konsep Syar’i


Back to Top