IPPNU Pamekasan Lestarikan Ramuan Madura untuk Cegah Corona

gomuslim.co.id – Merebaknya virus corona atau covid-19 yang masuk ke Indonesia, membuat sejumlah warga Madura sempat heboh lantaran virus tersebut dikabarkan telah masuk ke pulau garam tersebut. Meski demikian, Ketua Pimpinan Cabang IPPNU Pamekasan, Fathiyatul Jannah mengungkapkan bahwa warga tidak gentar untuk menghadapi isu tersebut.

"Tapi alhamdulillah kami tidak gentar oleh isu tersebut. Apalagi pihak dinas kesehatan memastikan itu hoaks. Kami sudah punya cara guna membendung virus corona, yaitu dengan melestarikan ramuan Madura," ujarnya seperti dilansir dari NU Online, Jumat (6/3/2020).

 

Baca juga:

Muhammadiyah Turut Berperan Aktif dalam Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19

 

Ia menjelaskan, dari diskusi dan kajian internal yang dilakukannya, diyakini virus corona tersebut tidak akan menyerang tubuh yang ketahanan fisiknya bagus, tapi hanya akan menyasar fisik lemah. Sementara menurutnya, ramuan Madura menjanjikan antibodi meningkat tajam. "Terutama jahe merah dan kunyit. Dua jenis rempah-rempah ini sejauh ini jadi andalan ramuan Madura, ditambah kayu manis, lengkuas, dan bawang putih serta bawang merah," papar Fat, panggilan akrabnya.

Berdasarkan konsultasi ke dinas kesehatan, pihaknya memahami betapa jahe merah dan kunyit sangat besar kandungannya untuk stamina atau ketahanan tubuh. "Kita ketahui, sejak virus corona menggemparkan dunia, banyak yang berbondong-bondong mengonsumsi jahe merah dan kunyit. Sebelum ada corona, nenek moyang kami di Madura sudah biasa mengonsumsinya," ungkapnya.

Pihaknya menyayangkan budaya mengonsumsi ramuan Madura mulai ditinggalkan oleh generasi saat ini. Untuk itu, pelajar NU harus berada di garda terdepan untuk kembali menghidupkan budaya positif tersebut. Jauhnya generasi muda atas budaya hidup nenek moyangnya, kata Fat, tidak cukup disesalkan. Tapi, mesti dicarikan solusi alternatif. "Kita di NU dididik tidak untuk menyalahkan. Namun, meretas solusi atas persoalan yang ada," tegasnya.

Dalam waktu dekat, tambahnya, PC IPPNU Pamekasan akan menggelar pelatihan pembuatan ramuan Madura. Sekalipun ujungnya tidak untuk kepentingan komersial, minimal jadi minuman sehat keseharian pelajar NU.

"Banyak tabib di Kabupaten Pamekasan yang tergabung di kepengurusan PCNU Pamekasan. Kami bisa menjadikan mereka konsultan kesehatan kaitannya dengan pembuatan ramuan Madura," papar Fat.

Fat pun meminta dukungan berbagai pihak. Utamanya dari Fatayat dan Muslimat Nu selaku ‘ibu kandung’ IPPNU. "Kami bertekad untuk menjadi pelajar NU sejati. Salah satunya dengan melestarikan warisan nenek moyang kita berupa ramuan khas Madura," pungkasnya. (mga/NUOnline)

 

Baca juga:

Heboh Virus Corona, Pengasuh Pesantren Lirboyo Sarankan Baca Doa Sapu Jagat


Back to Top