Karena Corona, Muadzin di Kuwait Ubah Redaksi Adzan Jadi Begini

gomuslim.co.id - Wabah virus Corona saat ini masih meresahkan masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Sejumlah Negara mulai mengeluarkan kebijakan pencegahan, diantaranya meminta warga untuk tetap berada di rumah agar penyebaran virus Corona tidak semakin memburuk.

Negara Kuwait mengimbau kepada masyarakatnya untuk melakukan salat di rumahnya masing-masing. Sehingga ketika waktu salat tiba, adzan yang berkumandang di wilayah tersebut pun diganti agar masyarakatnya melakukan salat di rumah.

 

Baca juga:

Antisipasi COVID-19, DMI Siapkan Dua Juta Karbol untuk Masjid di Tanah Air

 

Adzan pada kawasan Kuwait diubah, terutama dalam kalimat azan yang berbunyi 'hayya alas-salah' yang berarti marilah salat. Kalimat tersebut diubah menjadi 'as-salatu fi buyutikum' yang berati salatlah di rumah masing-masing.

Muazin yang mengumandangkan pun menangis dalam sebuah video viral. Suaranya terdengar lirih dan menangis setelah mengucapkan kedua kalimat seruan untuk salat di dalam perjalanan dan di rumah.

Lafadz ini sebenarnya pernah digunakan di zaman Nabi Muhammad SAW, khususnya saat terjadi hujan besar di kawasan Makkah. Sehingga suara adzan itu mendapat tambahan lafadz seperti itu. Kini, beberapa masjid di negara tersebut menggunakan lafadz untuk situasi darurat untuk antisipasi penyebaran virus Corona.

Momen tersebut dijadikan sebuah video yang berdurasi sekitar 46 detik yang diunggah oleh akun Twitter @Haidar_Bagir pada Sabtu, 14 Maret 2020. "Dipublikasikan instagram Saudinews & youtube dengan penjelasan sebagai berikut: Azan di masjid Kuwait ditambah anjuran untuk shalat di rumah ("ash-Shalaatu fii buyuutikum"). Ijtihad menarik seperti dulu Sayidina Umar menambahkan kalimat "ash-shallaatu khayrun minan-naum" pada azan shubuh," tulis akun tersebut.

 

Baca juga:

Singapura Tutup Semua Masjid Sementara Waktu Karena Corona

 

Dilansir dari kantor berita Kuwait, Kuna, saat ini total pasien positif virus Corona di Kuwait mencapai 100 orang. Kementerian Kesehatan Kuwait menyebutkan 15 pasien diantaranya kembali dari Iran dan masih dikarantina. Sementara satu warga lainnya berada di Inggris dan satu lagi berada di AS.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, beberapa negara muslim seperti Iran juga sempat imbauan untuk tidak melaksanakan ibadah salat Jumat. Bahkan Arab Saudi juga sempat tidak menerima jamaah umrah guna antisipasi penyebaran virus Corona. (Mr/indozone)


Back to Top