Antisipasi Corona, Gaza Larang Warga Sakit Salat di Masjid

gomuslim.co.id – Kementerian Agama dan Sokongan Gaza melarang warganya berpartisipasi dalam ibadah massal di masjid. Larangan berlaku bagi warga yang menderita flu atau penyakit menular lainnya, orang tua, serta yang warga yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Kebijakan ini dilakukan karena berisiko terhadap kesehatan mereka dan kemungkinan menular terhadap orang lain.

Arahan tentang beribadah di publik di tengah penyebaran virus corona atau COVID-19 di seluruh dunia ini mulai dikeluarkan sejak Senin (16/3/2020) kemarin. Dalam konteks ini, masjid disebut sebagai lokasi empuk penyebaran penyakit menular. Hal ini karena dalam satu hari ada lima kali salat berjamaah dan antar jamaah berdiri dalam posisi yang dekat.

Dilansir dari publikasi Israel National News, Selasa (17/3/2020), Kementerian juga menginstruksikan durasi salat wajib di Masjid dipersingkat. Umat Muslim Gaza diimbau beribadah di rumah dan bagian wanita di masjid ditutup karena mereka tidak diharuskan beribadah di masjid.

Kementerian menjelaskan langkah-langkah pencegahan akan dilakukan sejalan dengan situasi terbaru. Hingga saat ini, tidak ada kasus virus cirona yang terdeteksi di Gaza.

Ketika ke depannya ada pasien yang dikonfirmasi terinfeksi ditemukan, kementerian akan mengambil langkah yang lebih tegas. Tindakan tersebut termasuk melarang akses ke masjid dan tempat-tempat umum lainnya.

Direktur Jenderal Departemen Kesehatan di Jalur Gaza mengonfirmasi pada Ahad (15/3/2020) lalu bahwa tidak ada kasus virus corona baru di Gaza. Sementara pada Jumat (13/3/2020), Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT) yang dipimpin Jenderal Kamil Abu Rukun, mentransfer sekitar 200 alat uji virus corona ke Jalur Gaza melalui persimpangan Erez.

"Virus dan penyakit tidak memiliki batas. Karenanya, mencegah penyebaran virus corona di Jalur Gaza dan memberantas wabahnya di wilayah Yudea dan Samaria adalah kepentingan utama Israel. Wabah seperti ini dapat membahayakan kesehatan rakyat Israel," ujarnya.

 

Baca juga:

Maksimalkan Pencegahan Corona, Otoritas Tutup Masjid Al-Aqsa dan Golden Dome

 

Otoritas Gaza, pada Sabtu kemarin pun telah mendeklarasikan serangkaian tindakan pencegahan di tengah kekhawatiran tentang penyebaran virus corona baru di daerah kantong pantai. Langkah-langkah yang diumumkan adalah penutupan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir, dan persimpangan Erez dengan Israel.

Selain itu, sekolah dan universitas di Jalur Gaza ditutup hingga akhir Maret. Semua warga yang kembali dari luar Gaza akan ditempatkan di karantina, di bawah pengawasan ketat.

Jalur Gaza sendiri terbebas dari virus corona baru. Lebih dari 30 kasus telah dikonfirmasi pada Sabtu di wilayah-wilayah yang ditunjuk oleh Otoritas Palestina di Judea dan Samaria, yang dikelola oleh Fraksi Fatah pimpinan Ketua Presiden Mahmoud Abbas. Sebagian besar kasus coronavirus di Palestina tercatat di kota Bethlehem. (mga/IsraelNationalNews)

 

Baca juga:

Cegah COVID-19, Palestina Tangguhkan Kegiatan Ibadah di Masjid dan Gereja


Back to Top