Aa Gym Ajak Masyarakat Ikuti Fatwa MUI, Salat di Rumah untuk Cegah Corona

gomuslim.co.id - KH Abdullah Gymnastiar atau yang sering disapa Aa Gym mengunggah sebuah video singkat. Dalam video itu, Aa Gym mengajak masyarakat untuk mengikuti Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk salat di rumah, demi mencegah penyebaran Corona.

"Menyimak begitu banyak polemik tentang soal salat di rumah, Aa, Pimpinan Daarut Tauhiid, dan seluruh jajaran Daarut Tauhiid, memutuskan untuk sepenuhnya mengikuti fatwa MUI," kata Aa Gym dalam video itu.

 

Baca juga:

Darurat Corona Diperpanjang Hingga Lebaran, Ini Pesan MUI untuk Umat Muslim

 

Aa Gym dan keluarganya sudah melaksanakan salat di rumah. Kegiatan salat Jumat di Masjid Daarut Tauhiid juga ditiadakan. "Salat berjemaah di Masjid Daarut Tauhiid ditiadakan sampai kondisi memungkinkan," ucap Aa Gym.

Dalam kondisi virus corona yang tengah mewabah ini, Aa Gym mengimbau agar masyarakat tidak ragu mengikuti fatwa MUI karena MUI merupakan otoritas resmi dari pemerintah yang para pengurusnya sudah pasti paham ilmu agama.

"Kita memiliki Majelis Ulama yang memiliki otoritas dan keilmuan untuk menjaga keselamatan umat Islam di Indonesia dan bangsa ini. Oleh karena itu tidak usah bingung oleh broadcast dari orang-orang yang tidak jelas keilmuannya, tidak jelas tanggung jawabnya," katanya.

 

Baca juga:

Aa Gym Ajak Umat Perbanyak Ibadah dan Sedekah Saat Wabah Corona Melanda

 

MUI menerbitkan fatwa mengenai ibadah dalam situasi wabah virus corona pada Senin (16/3). Dalam Fatwa Nomor 14 tahun 2020 itu, salah satunya menyatakan umat Islam di kawasan yang potensi penularan virus corona tinggi, boleh meninggalkan salat Jumat, jamaah salat lima waktu/rawatib, Tarawih, dan Id di masjid atau tempat umum lainnya. Salat bisa dilakukan di rumah masing-masing.

Sementara bagi umat Islam di kawasan yang potensi penularan corona yang rendah, tetap wajib beribadah seperti biasa.

"Dan wajib menjaga diri agar tidak terpapar virus corona, seperti tidak kontak fisik langsung (bersalaman, berpelukan, cium tangan), membawa sajadah sendiri, dan sering membasuh tangan dengan sabun," ujar Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanudin AF.  (Mr/kum)


Back to Top