MUI Mulai Bahas Dua Fatwa Baru terkait Pandemi Corona

gomuslim.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar rapat terkait pembahasan dua fatwa baru tentang penyebaran COVID-19. Rapat tersebut digelar guna merespon permintaan Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH. Asrorun Niam Sholeh mengatakan bahwa Komisi Fatwa sedang membahas dua fatwa yang diajukan oleh Wakil Presiden RI. Fatwa pertama tentang penanganan jenazah penderita COVID-19 bila terjadi kekurangan petugas atau kondisi yang tidak memungkinkan, seperti tidak memungkinkan memandikan jenazah.

Fatwa Kedua, terkait kebolehan sholat tanpa wudhu dan tanpa tayamum sehingga bisa menenangkan petugas medis. Menurutnya, selama bertugas menangani Corona ini, para petugas medis tidak diperkenankan membuka pakaiannya sampai delapan jam, sehingga tidak kemungkinan bertayamum atau wudhu.

“Kedua fatwa ini masih dalam pembahasan. Tujuannya agar penyebaran wabah corona terhenti dan seluruh petugas penanganan Covid-19 dapat menangani dan tanpa mengalami kesulitan saat evakuasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima gomuslim, Senin (23/3/2020).

 

Baca juga:

MUI Imbau Umat Islam Salat Ghaib untuk Korban COVID-19 yang Wafat

 

“Terkait tim medis, kemungkinan dia tidak bisa melakukan, kalau mau sholat tidak bisa wudhu, tidak bisa tayamum, saya mohon ada fatwanya misalnya tentang kebolehan orang sholat tanpa wudhu, tanpa tayamum, ini menjadi penting sehingga petugas bisa tenang,” sambungnya. 

Komisi Fatwa MUI Pusat sendiri sebelumnya sudah mengeluarkan Fatwa No 14 Tahun 2020. Fatwa itu berisi tentang penyeleggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah COVID-19.

Pada poin ke tujuh, disebutkan bahwa pengurusan jenazah terpapar COVID-19, terutama dalam memandikan dan mengkafani harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang, dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat.

Sedangkan untuk menshalatkan dan menguburkannya dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar COVID-19. Pengurusan Jenazah COVID-19 dalam fatwa tersebut, belum membahas bila terjadi kekurangan petugas untuk mengurus jenazah atau situsi menjadi tidak memungkinkan. (hmz/rls)

 

Baca juga:

Lewat Video Singkat, Din Syamsuddin Minta Umat Muslim Ibadah di Rumah


Back to Top