Dua Penceramah Positif Corona, Kementerian Awqaf Palestina Tutup Masjid-Masjid di Jalur Gaza

gomuslim.co.id – Upaya pencegahan virus corona (COVID-19) terus dilakukan di sejumlah Negara, tidak terkecuali di Palestina. Baru-baru ini, Kementerian Awqaf dan Urusan Agama yang dikelola Hamas Palestina memutuskan menutup semua masjid di Jalur Gaza, Selasa (24/3/2020).

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Awqaf memutuskan menutup semua masjid di Gaza untuk sementara dan menghentikan (salat) hari Jumat dan (salat) berjamaah di dalamnya selama dua pekan mulai Subuh pada Rabu (25/3/2020). Meski demikian, adzan akan tetap dikumandangkan. Namun para muadzin meminta seluruh jamaah untuk salat di rumah masing-masing.

Kementerian mengonfirmasi kasus pertama virus corona yang muncul di Gaza pada Sabtu malam lalu. Ketika dua pengkhutbah Palestina dalam waktu dekat bepergian ke Pakistan dinyatakan positif mengidap virus Corona (COVID-19).

“Dua penceramah itu sekarang dinyatakan positif mengidap virus corona. Jadi kami ambil keputusan sebelum penyebaran meluas untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” ungkapnya seperti dilansir dari publikasi Times of Israel, Kamis (26/3/2020).

 

Baca juga:

Antisipasi Corona, Gaza Larang Warga Sakit Salat di Masjid

 

Selain itu, pengkhotbah tersebut saat ini dikarantina, kemudian dipindahkan ke rumah sakit lapangan khusus di perbatasan Rafah yang melintasi Mesir. Ini menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas. "Oleh karena itu kami menutup semua masjid di Gaza untuk sementara dan menghentikan Salat Jumat dan doa bersama selama dua minggu," tuturnya.

Masjid adalah salah satu tempat berkumpul utama di kota-kota dan desa-desa di Gaza. Sebab kebanyakan penduduk Gaza merupakan muslim.

Kementerian Awqaf dan Urusan Agama Palestina memutuskan untuk menutup masjid-masjid setelah Kementerian Dalam Negeri mengumumkan, bahwa pesta, berkumpul, dan melayat akan dilarang. Restoran dan kafe juga ditutup guna menghindari berkumpulnya manusia demi mencegah penyebaran COVID-19. (hmz/timesofisrael)

 

Baca juga:

Cegah COVID-19, Palestina Tangguhkan Kegiatan Ibadah di Masjid dan Gereja


Back to Top