Kondisi Lockdown, Muslim India Ini Justru Bantu Tetangga Hindu Kremasi Jenazah

gomuslim.co.id – Saat dunia khawatir dengan maraknya pandemi COVID-19, sejumlah warga muslim justru hadir bahkan membantu membawa jenazah seorang umat Hindu di Bulandshahe, India untuk dikremasi. Kejadian tersebut lantas membuat masyarakat sekitar kaget.

Dilansir dari publikasi Times of India, Senin (30/3/2020), dikatakan bahwa seorang umat Hindu bernama Ravi Shankar berusia 40 tahun meninggal dunia akibat menderita kanker pada Sabtu (28/3/2020) sore. Selama sakit, Ravi dirawat di rumahnya di daerah Anand Vihar, Andandiri Bulandshar. Ketika wafat, Ravi Shankar meninggalkan seorang istri dan empat anaknya.

Sementara itu, kondisi negara India saat ini sedang lockdown sehingga hampir seluruh warga mengunci diri di dalam rumah. Hal tersebut membuat sang istri bingung dan tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa.

Mengetahui hal itu, sekelompok tetangga muslimnya datang dan mendekati keluarga tersebut seraya menawarkan bantuan untuk mengambil alih prosesi pemakamana. Mereka datang dengan mengenakan peci putih dan coklat.

 

Baca juga:

Meski Bosan di Rumah, Muslim New Delhi Diminta Tetap Ikuti Peraturan Pemerintah

 

Di tengah nyanyian Hindu, sejumlah Muslim tersebut mengangkat ranjang tempat mayat Ravi berbaring dan membawanya ke ghat untuk upacara terakhir. Kejadian yang sempat terekam video itu pun menjadi viral di platform media sosial dan menarik pujian dari ratusan pengguna. Prosesi kremasi dan pemakaman berlangsung sesuai dengan ritual dan praktik Hindu. 

"Orang-orang dari seluruh daerah maju untuk mendukung keluarga. Komunitas-komunitas lain seperti Islam selalu berdiri bersama saat dibutuhkan," ujar salah seorang penduduk setempat, Mohammed Zubaid

Sebagaimana diketahui, pemerintah India menerapkan kebijakan lockdown sejak Sabtu (28/3/2020) lalu. Warga sempat menyerbu toko-toko makanan dan berkumpul di tempat-tempat publik akibat kurangnya sosialisasi dan instruksi jelas Pemerintah India.    

"Mengingat kondisi yang berlaku, orang enggan untuk keluar rumah. Dalam kasus kematian, orang lebih berhati-hati, tidak mau mengambil bagian dalam pertemuan besar. Tapi di sini orang ke luar dalam jumlah besar meskipun mereka berusaha menjaga jarak sosial," ungkap seorang warga lainnya. (mga/TimesofIndia)

 

Baca juga:

Ulama India Ini Larang Umat Islam Salat di Masjid Sementara Waktu


Back to Top