KSRelief Saudi Kirim Bantuan Medis ke Pengungsi Suriah di Yordania

gomuslim.co.id – Klinik Pusat Bantuan dan Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief) mendistribusikan obat-obatan kepada mereka yang menderita penyakit kronis di kamp pengungsi Suriah wilayah Zaatari Yordania. Bantuan tersebut dikirim langsung ke rumah mereka dalam rangka tindakan membendung penyebaran virus corona baru (COVID-19).

Pemberian bantuan terselenggara atas kerjasama dengan Kementerian Kesehatan Yordania dan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR). Obat-obatan untuk mengobati penyakit kronis didistribusikan kepada 840 pasien yang disetujui oleh klinik dan mewakili sekitar 80% pasien yang menderita penyakit kritis.

Bantuan medis akan mencukupi selama tiga bulan, yang merupakan jumlah yang direkomendasikan oleh UNHCR. Langkah ini datang dari ketajaman pusat yang berbasis di Riyadh untuk membantu segmen orang ini karena mereka yang lebih rentan terhadap infeksi virus baru karena kekebalan mereka yang rendah.

Dilansir dari publikasi Arab News, Senin (30/3/2020), bantuan dari Kerajaan Saudi ke negara lain terus meningkat bahkan sampai mencapai rekor dalam beberapa tahun terakhir. Dalam kurun waktu antara tahun 1996 hingga 2018, Kerajaan Saudi telah memberikan bantuan lebih dari USD 86 miliar ke 81 Negara.

Suriah sendiri baru-baru ini mengonfirmasi seorang wanita yang meninggal dunia akibat COVID-19. Itu menjadi kematian pertama akibat virus corona yang diumumkan otoritas Suriah. "Wanita itu meninggal dunia sesaat setelah dia dirawat di rumah sakit. Setelah diperiksa, ditemukan bahwa wanita itu positif virus corona," demikian keterangan Kementerian Kesehatan Suriah.

 

Baca juga:

Tekan Penyebaran Corona, UEA Perpanjang Program Pembersihan Fasilitas Publik

 

Selain satu kematian, otoritas Suriah juga telah mengonfirmasi total 9 kasus virus corona di wilayahnya. Kekhawatiran pun semakin meningkat bahwa virus corona bisa menyebar cepat di Negara yang dilanda konflik selama beberapa tahun terakhir ini.

Banyak wilayah Suriah yang dianggap rentan terhadap virus tersebut, khususnya wilayah barat laut yang nyaris membuat satu juta warganya kehilangan tempat tinggal akibat konflik yang dimulai sejak Desember tahun lalu.

Sebagai upaya untuk memperlambat penyebaran COVID-19 tersebut, pada Minggu (29/3/2020) waktu setempat, pemerintah Suriah akhirnya melarang pergerakan bebas antar provinsi di wilayahnya hingga 16 April mendatang.

Pemerintah Suriah juga melarang perjalanan di dalam masing-masing provinsi hingga pemberitahuan lebih lanjut dan memberlakukan jam malam mulai pukul 18.00 hingga pukul 06.00 pagi. Sekolah-sekolah dan universitas setempat pun juga telah diperintahkan tutup hingga pertengahan April. (mga/ArabNews/AFP/dbs)

 

Baca juga:

Pasca Lockdown, Kasus Baru Virus Corona di Saudi Menurun


Back to Top