Begini Kisah Pasien Muslim Pakistan yang Sembuh dari COVID-19

gomuslim.co.id – Pasien pertama virus corona (COVID-19) di Pakistan bernama Adil Rehman (29) akhirnya sembuh. Pria muslim asal Provinsi Kyber Pakhtunkhwa, Pakistan itu pun bersyukur dan mengatakan bahwa dirinya beruntung mendapatkan kesempatan hidup baru.

Pengusaha yang tinggal distrik Khyber itu akhirnya dipulangkan dari Rumah Sakit Layanan Polisi di Peshawar pada Selasa (24/3/2020) lalu. "Saya tidak punya riwayat perjalanan internasional dan tidak tahu bagaimana saya terinfeksi. Pada 12 Maret, awalnya saya mengalami suhu tinggi, merasa lelah dan sakit tubuh. Pada hari kedua, ada rasa sakit di tenggorokan saya. Karena sakit tenggorokan, saya bahkan tidak bisa makan apa pun,” kisah Rehman seperti dilansir dari publikasi Anadolu Agency, Senin (30/3/2020).

Pada hari ketiga, Rehman menderita batuk kering. Dan pada hari keempat, ia mengalami kesulitan bernapas. "Ketika saya merasa bahwa situasi saya telah memburuk, saya pergi ke dokter di Peshawar. Dokter itu segera merujuk saya ke Rumah Sakit Layanan Polisi pada 16 Maret setelah mereka melakukan tes dan saya dinyatakan positif (red-COVID-19)," lanjutnya.

Rehman harus menghabiskan delapan hari di rumah sakit dan berada di ruang isolasi. "Delapan hari di rumah sakit ini sangat sulit. Saya bahkan tidak dapat berbicara dengan keluarga saya karena sinyal ponsel sangat lemah di sana. Administrasi rumah sakit tidak mengizinkan keluarga saya untuk membawa makanan dan di sana juga tidak ada pengaturan untuk makanan sehat, tetapi saya punya buah," ungkapnya.

Meski demikian, ia memuji para dokter dan perawat atas perawatan luar biasa yang membantunya pulih. Saat masa perawatan, dokter meresepkan antibiotik dan parasetamol dengan beberapa suntikan untuk mengontrol suhu tubuhnya.

 

Baca juga:

Dokter Muslim Pakistan Ini Sadar APD Minim, Tapi Ikhlas Rawat Pasien Corona Hingga Nyawanya Melayang

 

Awalnya Rehman ketakutan ketika hasil tes positif mengingat ribuan orang di seluruh dunia telah meninggal karena virus corona. Namun, setelah sembuh Rehman justru mengatakan bahwa orang tidak boleh panik. "Saya meminta semua orang jangan merasa takut. Cukup ikuti pedoman dan tinggal di rumah. Jika saya bisa pulih, orang lain juga bisa pulih, Insya Allah,” imbuhnya.

Setelah keluar dari rumah sakit, Rehman pun tinggal di rumah dan menghindari pertemuan dengan orang-orang. "Sekarang saya sepenuhnya pulih. Tidak ada gejala demam, batuk, kelelahan atau infeksi tenggorokan, tetapi masih sesuai saran dokter, saya mengikuti pedoman dan tinggal di rumah dalam isolasi selama lima atau enam hari lagi,” pungkasnya.

Rumah Sakit Layanan Polisi Pakistan sendiri merupakan fasilitas pertama yang dinyatakan sebagai pusat isolasi untuk pasien coronavirus oleh pemerintah provinsi. Menurut Departemen Kesehatan, 1.625 kasus coronavirus telah dikonfirmasi di negara itu dan 18 kematian sementara 28 pasien telah berhasil pulih.

Kematian pertama di Pakistan juga dilaporkan di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa pada 18 Maret ketika Saadat Khan yang berusia 50 tahun, yang kembali dari Arab Saudi pada 9 Maret, meninggal di rumah sakit.

Menurut otoritas kesehatan, Khan menyebarkan virus di desanya dan lebih dari 40 orang di sana dinyatakan positif. Namun, pada 26 Maret, Kepala Menteri Provinsi, Mahmood Khan, mengumumkan bahwa dua orang telah berhasil pulih.

"Ada berita yang sangat bagus. Para dokter di Mardan Medical Complex mengatakan bahwa dua kontak dekat korban koronavirus pertama Pakistan, Saadat Khan, pulih dari COVID-19 dan dipulangkan dari rumah sakit Kamis," ujar Khan melalui akun twitternya. (mga/AnadoluAgency/YeniSafak)

 

Baca juga:

Simbol Persaudaraan Dua Negara, Maroko Siap Bangun Masjid Megah di Pakistan


Back to Top