Negatif Corona, Saudi Pulangkan Lebih Dari 2.500 Orang Setelah Masa Karantina

gomuslim.co.id -  Lebih dari 2.500 tamu di Arab Saudi sudah boleh meninggalkan fasilitas perhotelan yang telah dikarantina selama 14 hari. Para tamu tersebut sudah menjalani tes COVID-19 dan dinyatakan negatif.

Dilansir dari Arab News, Selasa (31/3/2020), Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan semua prosedur dan pemeriksaan medis yang diperlukan. Para tamu telah diberikan berbagai layanan dan diberi layar di kamar mereka untuk komunikasi dan konsultasi medis.

Para tamu yang sudah diperbolehkan pergi mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan atas layanan hebat dan perawatan kesehatan yang diberikan kepada mereka.

Sementara itu, Juru bicara Kementerian Kesehatan Saudi, Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly mengkonfirmasi 154 kasus baru penyakit coronavirus (COVID-19) di Kerajaan pada Senin (30/3/2020) kemarin. Enam belas diantaranya datang dari luar negeri.

"Sejak masuk ke Arab Saudi, mereka ditempatkan di karantina. Gerakan ini adalah langkah kemanusiaan yang sangat penting. Kebijakan yang telah diambil oleh Kerajaan memberikan perlindungan kesehatan dan tertinggi kepada masyarakat,” katanya.

 

Baca juga:

Cendekiawan Muslim Saudi: Air Zamzam, Jintan Hitam dan Madu Alternatif Obat Virus Corona

 

Al-Aly menyampaikan rincian kasus corona terbaru. Mayoritas tercatat di Makkah dengan 40 kasus, diikuti oleh Dammam (34), Riyadh (22) dan Madinah (22). Sementara kota Jeddah, Hofuf, Khobar, Qatif dan Taif semuanya mencatat jumlah kasus yang rendah. Sedangkan Tabuk, Buraidah, Yanbu, Al-Ras, Khamis Mushait, Dhahran, Samtah dan Al-Duwadimi melaporkan masing-masing satu kasus.

“Total kasus coronavirus yang terdaftar di Kerajaan menjadi 1.453. Sebagian besar pasien dalam kondisi stabil dan menunjukkan hasil yang menggembirakan,” kata Al-Aly.

Ia menambahan, 22 kasus masih menerima perawatan intensif, mengingat kondisi kesehatan kritis mereka. "Tidak ada kematian tambahan yang dicatat dan 49 kasus tambahan dirawat, sehingga jumlah total kasus yang dipulihkan menjadi 115," imbuhnya.

Arab Saudi sendiri memberikan perawatan gratis untuk semua pasien COVID-19 baik di fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta. Menteri Kesehatan, Dr. Tawfiq Al-Rabiah mengatakan perintah kerajaan tersebut berlaku untuk warga negara, penduduk, termasuk mereka yang melanggar undang-undang kependudukan. (mga/ArabNews)

 

Baca juga:

Bantu Warga Saat Lockdown, Organisasi Pemuda Muslim Inggris Tawarkan Beragam Layanan


Back to Top