Wantim MUI Dukung Pemberlakuan Karantina Wilayah, Tapi Ini Syaratnya

gomuslim.co.id – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Din Syamsuddin mendukung pemerintah memberlakukan karantina wilayah. Namun demikian, penetapan tersebut harus dibarengi dengan pemberian bantuan sosial bagi warga miskin termasuk pekerja lepas.

“Mendukung langkah pemerintah dalam memberlakukan karantina wilayah khususnya di wilayah persebaran wabah COVID-19 berlevel tinggi untuk menyelamatkan keadaan dari kondisi yang lebih buruk. Tapi syarat lainnya adalah, pemerintah harus memberikan bantuan kepada rakyat miskin dan pekerja lepas,” ujar Din Rapat Pleno ke-51 Wantim MUI secara online di Jakarta, Selasa (31/03/2020).

Ia mengatakan karantina wilayah tersebut hendaknya disertai optimalisasi program jaminan sosial bagi para fakir miskin. Terutama para pekerja lepas yang menggantungkan hidupnya pada sumber pendapatan harian untuk menjamin keberlanjutan masa depan hidup mereka.

“Anggaran (jaminan sosial itu) dapat bersumber dari APBN, dana kebajikan haji, corporate social responsibility (CSR) BUMN, dan donasi lainnya sesuai peraturan yang berlaku,” sambungnya.

Begitu pula kepada semua lembaga filantropi seperti BAZNAS (Pusat sampai Daerah) maupun Laznas dan organisasi lainnya, Wantim MUI meminta agar meningkatkan dan menguatkan donasi bagi yang membutuhkan pertolongan.

 

Baca juga:

Bantu Korban Terdampak COVID-19, Wapres Ma'ruf Amin Minta Umat Muslim Keluarkan Zakat Lebih Awal

 

Kemudian, Ia juga mengajak semua pihak terutama para pengusaha untuk memaksimalkan donasi bagi penanggulangan COVID-19. “Misalnya, pengadaan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat-alat kesehatan lainnya yang mendesak diperlukan bagi para tenaga medis, sebagai garda terdepan penanganan pasien yang terindikasi terpapar Covid-19,” imbuhnya.

Wantim MUI ini pun meminta semua pihak agar disiplin penuh dalam menjalankan protokol di rumah saja (stay at home); bekerja dan beribadah di rumah (work and pray from home); menjaga kebersihan tangan, tubuh, dan lingkungan; menghindari kerumunan, menjaga jarak antar fisik (physical distancing); menjaga jarak interaksi sosial (social distancing). 

“Dan meningkatkan pola hidup sehat dalam rangka menekan dan mengurangi sebaran COVID-19 selama masa darurat COVID-19 berlangsung,” imbuhnya.

Ia mengaku kini pernyebaran wabah COVID-19 semakin masif dan hampir menjangkiti seluruh wilayah tanah air Indonesia. (hmz/mui)

 

Baca juga:

Dukung Physical Distancing, MUI Rutin Selenggarakan Dakwah Online 


Back to Top