Erdogan Sumbang Tujuh Bulan Gajinya untuk Penanganan Corona

gomuslim.co.id – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan meluncurkan Kampanye Solidaritas Nasional guna membantu memerangi wabah virus corona (COVID-19) melalui pidato kenegaraannya, Senin (30/3/2020) kemarin. Erdogan menegaskan bahwa dirinya siap menyumbangkan tujuh bulan gajinya untuk penanggulangan COVID-19. 

"Saya meluncurkan kampanye secara pribadi dengan menyumbangkan gaji tujuh bulan saya," ujar Erdogan dalam pidatonya seperti dilansir dari publikasi Yeni Safak, Selasa (31/3/2020).

Selain itu, kata dia, para anggota kabinet dalam pemerintahan dan anggota parlemen juga telah menyumbangkan 5,2 juta lira Turki ($ 791.000) untuk kampanye tersebut.

Ia menggarisbawahi bahwa tujuan dari kampanye ini adalah untuk memberikan dukungan tambahan kepada orang-orang berpenghasilan rendah yang menderita secara ekonomi akibat langkah-langkah yang diambil terhadap penyebaran penyakit, seperti kebijakan lockdown.

Selain itu ia juga menekankan bahwa Turki memiliki fasilitas medis yang lebih baik dibandingkan dengan negara lain yang tengah memerangi virus. Bahkan ia juga mengatakan bahwa Turki tengah berupaya untuk memproduksi alat pernapasan dan vaksin untuk virus yang dilakukan oleh para ahli Turki. 

"Turki dengan cepat membuka rumah sakit baru sambil juga memperkuat yang sudah ada. Dan tujuan kami adalah mencapai hasil serius pada akhir tahun ini," tegasnya.

 

Baca juga:

COVID-19 Melanda, Warga Turki Sembelih Ratusan Domba untuk Bantu Dhuafa

 

Ia juga menekankan bahwa saat ini Turki telah mampu melakukan lebih dari 10.000 rapid tes perhari. "Kami bertekad untuk menggunakan segala cara untuk mencegah penyebaran virus," imbuhnya.

Ia mengungkapkan bahwa setidaknya ada sekitar 41 desa yang tengah dilakukan karantina. Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang ada di desa tersebut untuk melakukan karantina sendiri di rumah mereka. I juga menunjukkan bahwa Turki tidak menghadapi masalah mengenai pasokan makanannya dan memiliki surplus dalam produksi pertanian.

Kementerian Kesehatan Turki mengungkapkan bahwa jumlah total kasus virus korona di Negara itu melonjak menjadi 10.827 ketika 1.610 orang lebih dinyatakan positif. 

Sebanyak 162 pasien telah dinyatakan pulih dan keluar dari rumah sakit sejak awal wabah. Menurut data yang dirilis pada hari Senin kemarin,  725 pasien dirawat dibawah perawatan intensif. (mga/YeniSafak)

 

Baca juga:

Turki Akan Pulangkan 3.000 Siswa yang Tersebar di Tujuh Negara


Back to Top