Jika Wabah Corona Belum Reda, MUI Sulawesi Tenggara Imbau Umat Tak Gelar Salat Tarawih di Masjid

gomuslim.co.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluarkan pernyataan terkait pelaksanaan salat tarawih di bulan Ramadan selama virus corona (COVID-19) mewabah.

Menurut Ketua MUI Sultra, KH Mursyidin, jika virus corona masih terus mewabah hingga bulan Ramadan nanti, warga diimbau tak menggelar salat tarawih secara berjamaah di masjid. "Kalau sampai bulan Ramadan nanti kondisinya masih darurat, kondisi darurat seperti ini, salat tarawih di Masjid diimbau tak dilaksanakan," ujarnya baru-baru ini.

Dia menegaskan bahwa bukan melarang warga untuk melaksanakan salat, salat wajib maupun sunnah bisa dilaksanakan di rumah bersama keluarga.

"Nah kita berdoa mudah mudah virus ini belum sampai bulan Ramadan sudah berakhir. Tapi kalau kondisinya masih seperti ini maka kita imbau agar tetap jangan kumpul-kumpul, tapi tidak dilarang untuk Salat, tetap laksanakan Salat tapi dilaksanakan mandiri di rumah, bersama keluarga," imbuhnya.

Mursyidin bilang, salat tarawih adalah salat sunnah yang bisa tak dilaksanakan jika berada di tengah wabah. "Salat tarawih kan salat sunnah, salat wajib berjamaah saja bisa diringankan jika di tengah wabah, apalagi salat sunnah," katanya.

 

Baca juga:

Bila COVID-19 Belum Reda, Ini Maklumat Muhammadiyah Terkait Ibadah Bulan Ramadhan

 

Dia menegaskan bahwa imbauan agar salat tarawih tak dilaksanakan secara berjamaah di tengah wabah corona karena sangat membahayakan bagi orang banyak.

"Kita tidak pernah tau, kalau ada 1 orang saja yang terjangkit, dan ikut dalam kerumunan itu, maka akan menulari yang lainnya. Dalam kaidah hukum juga disebutkan bahwa menghindari mudharat lebih utama daripada mengambil manfaat," pungkasnya. 

Sebelumnya, Pengurus Pusat Muhammadiyah telah mengeluarkan surat edaran tuntunan ibadah selama wabah virus corona (COVID-19), khususnya menjelang Ramadan 2020.

Muhammadiyah berpendapat jika hingga Bulan Ramadan dan Syawal mendatang wabah virus Corona masih ada, maka dianjurkan masyarakat salat Tarawih di rumah masing-masing. Anjuran tersebut diterbitkan pada 24 Maret 2020, ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Agung Danarto.

"Salat Tarawih dilakukan di rumah masing-masing dan takmir tidak perlu mengadakan salat berjamaah di masjid, musala, dan sejenisnya, termasuk kegiatan Ramadan yang lain (ceramah-ceramah, tadarus berjamaah, iktikaf dan kegiatan berjamaah lainnya)," demikian salah satu poin edaran Muhammadiyah. (Mr/kumparan/dbs)

 

Baca juga:

Dukung Pemerintah Perangi Virus Corona, GTV Batalkan ‘Voice Of Ramadan’ 2020

 


Back to Top