Otoritas Makkah Perketat Aturan bagi Restoran Penyedia Layanan Antar Makanan

gomuslim.co.id – Otoritas Kota Makkah memerintahkan sejumlah restoran yang mengoperasikan layanan pengiriman makanan untuk mengikuti persyaratan kesehatan dan keselamatan baru yang lebih ketat. Kebijakan ini berlaku selama wabah penyakit coronavirus (COVID-19) belum mereda.

Dilansir dari publikasi Arab News, Kamis (2/4/2020), pejabat kota Makkah telah memutuskan bahwa semua barang makanan dikemas dan disegel dengan aman sebelum diserahkan kepada staf pengiriman. Hal ini sebagai bagian dari langkah-langkah yang bertujuan mencegah penyebaran virus corona.

Direktur jenderal urusan kota, Abdullah Al-Zaidi, mengatakan bahwa pemerintah kota, diwakili oleh sub-kotamadya, telah memperkenalkan persyaratan layanan pengiriman baru untuk membantu memastikan keselamatan warga dan penduduk.

Dia menambahkan bahwa aturan itu termasuk larangan kontak langsung dengan pelanggan. “Pesanan harus ditempatkan di pintu depan, sementara jarak aman tidak kurang dari 1 meter harus disimpan antara pelanggan dan petugas pengiriman,” kata Al-Zaidi.

Ia menegaskan langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa perusahaan berkomitmen untuk implementasi rencana yang dirancang untuk memerangi penyebaran virus. “Dan meminimalkan kemungkinan penularannya," ucap Al-Zaidi.

 

Baca juga:

Ancaman Wabah Corona, Saudi Imbau Umat Islam Tunggu Kepastian Haji 2020 

 

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi telah menutup jalan masuk dan keluar ke Kota Jeddah dan memperpanjang jam malam di kota itu. Jam malam di Jeddah yang sebelumnya dimulai pukul 7 malam selanjutnya akan dimulai pada pukul 3 sore waktu setempat.

Arab Saudi telah menerapkan langkah yang sama pada Riyadh, Makkah dan Madinah minggu lalu. Kerajaan memperketat jam malam sebagian yang diberlakukan secara nasional untuk membendung penyebaran virus corona.

Kebijakan jam malam dilakukan setelah adanya laporan lonjakan kasus infeksi dan kematian pertama akibat corona.

Kerajaan ini telah mengambil langkah-langkah drastis terhadap wabah, termasuk menghentikan penerbangan internasional, menghentikan ziarah sepanjang tahun umrah, menutup masjid, sekolah, mal dan restoran, dan memberlakukan jam malam.

Jam malam dan pembatasan lainnya telah mengubah ritme kehidupan sehari-hari di negara berpenduduk sekitar 30 juta itu, banyak dari mereka menyukai pertemuan larut malam di kedai kopi atau rumah-rumah pribadi. (jms/arabnews/dbs)

 

Baca juga:

Gubernur Makkah Hadirkan Layanan Baru untuk Bantu Masyarakat Terdampak Corona

 


Back to Top