Konveksi Busana Muslim Ini Produksi APD Gratis untuk Tenaga Medis

gomuslim.co.id - Pemerintah Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, menyambangi pelaku usaha konveksi yang membuat alat pelindung diri (APD) di kampung Cibeureum RT01/01, Desa Sinarsari, Rabu (1/4/2020). 

APD untuk para tenaga kesehatan ini diproduksi oleh konveksi pembuat busana muslim milik Pelangi Hijab dan akan dibagikan secara cuma-cuma kepada tenaga medis di Jawa Barat dan seluruh Indonesia.

Camat Dramaga, Ivan Pramudia mengatakan, APD saat ini sangat dibutuhkan oleh tenaga kesehatan. Dia berharap produksi APD dapat berguna untuk menjaga tim medis agar tetap aman dalam ‘perang’ melawan COVID-19.

“Di tengah wabah COVID-19, kebutuhan APD sangat penting. Dengan adanya konveksi pembuatan APD sangat membantu tim medis. Soalnya dimana-mana kekurangan APD,” kata Ivan.

Kepala Desa Sinarsari, Ukon mengaku, keberadaan konveksi busana muslim sudah ada sejak lima bulan lalu. Pembuatan APD khusus untuk tenaga medis, bukan untuk dijual-belikan.

Menurutnya saat ini, sudah ada 2000 APD yang dibagikan ke tenaga medis yang ada di wilayah Jawa Barat. “Alasan sang pemilik membuat APD untuk kemanusian. Dalam sehari konveksi tersebut bisa membuat 300 APD,” tandasnya. 

 

Baca juga:

LAZ U-Care Indonesia Akan Salurkan Bantuan APD ke Seluruh RS Kota Bekasi 

 

Sementara itu, Owner Pelangi Hijab, Aninditia Santoso mengatakan produksi APD ini menggunakan bahan kain taslan yang terbuat dari serat sintetis. Pabrik konveksi mereka pun hanya mampu memproduksi 2.500 APD karena sulitnya mendapatkan bahan kain.

"Nyari bahannya susah. Kalau ada yang jual juga mahal. Kita bagikan ini gratis berikut ongkos kirimnya ke fasilitas kesehatan yang menghubungi kami dan minta dipasok," katanya. 

Anin menyebut, dengan mengerahkan 30 penjahit, mereka mampu memproduksi 250-300 APD dalam sehari. Meski begitu, dia memprioritaskan distribusi APD ke rumah sakit rujukan dan rumah sakit pemerintah untuk digunakan para tenaga kesehatan.

"Kita kan UMKM kecil, dana terbatas. Makanya kita prioritaskan untuk rumah sakit rujukan dulu. Selain itu bahannya juga sudah mulai susah didapat saat ini," ungkapnya.

Secara standar kesehatan, APD buatannya ini, tidak 100 persen mampu melindungi para tenaga kesehatan. Namun setelah dia berkonsultasi dengan beberapa dokter, bahan ini cukup layak untuk digunakan. "Bahan ini mampu menahan tekanan dua pascal. Secara medis bisa membantu. Karena terbuat dari plastik, jadi bisa dicuci," kata dia.

Menurutnya, biaya produksi untuk satu APD mencapai Rp 150.000. Namun, Anin tidak memusingkan hal itu. Dia hanya ingin membantu para tenaga kesehatan dalam perang melawan COVID-19. (Mr/metropolitan/dbs)

 

Baca juga:

PPPA Daarul Qur'an dan Dagadu Djokdja Kerjasama Produksi APD untuk Tenaga Medis

 


Back to Top