Pemerintah Saudi Disinfeksi Lebih Dari 17 Juta Naskah Alquran di Masjid-Masjid

gomuslim.co.id - Pemerintah Arab Saudi terus berupaya mengurangi penyebaran virus corona atau COVID-19. Salah satunya dengan melakukan disinfeksi terhadap lebih dari 17 juta naskah Alquran dalam berbagai ukuran di masjid-masjid Kerajaan. 

Dalam situs Youm7 melaporkan bahwa Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi mengatakan, setidaknya ada sekitar 8724 masjid yang berada di berbagai provinsi di Kerajaan telah didisinfeksi.

Selanjutnya, ada sekitar 17.448.000 naskah Alquran dalam berbagai ukuran di setiap masjid tersebut juga dilakukan disinfeksi guna memerangi dan mengurangi virus corona yang saat ini tengah mengancam umat manusia.

 

Baca juga:

Gubernur Makkah Hadirkan Layanan Baru untuk Bantu Masyarakat Terdampak Corona

 

Dilansir dari publikasi Iqna, Kamis (2/4/2020), selain mendisinfeksi area masjid dan naskah Alquran, kegiatan disenfektan juga dilakukan terhadap 4.362.000 meter karpet masjid, 523.440 rak atau lemari Alquran, dan 50 tempat wudhu. Hal itu sebagai upaya maksimal pembersihan dan sterilisasi area masjid dari ancaman COVID-19.

Sebelumnya, Menteri Urusan Islam Dakwah dan Bimbingan Abdullatif bin Abdulaziz Al Sheikh, menekankan kepada semua khatib masjid agar mengurangi durasi khutbah Jumat, menjadi tidak melebihi 15 menit. Arab Saudi juga mengurangi waktu tunggu antara azan dan iqamah menjadi 10 menit untuk semua pelaksanaan lima salat fardhu.

Sedangkan berkaitan dengan takjil buka puasa di bulan Ramadhan nantinya, sejumlah kegiatan di bulan Ramadhan, dilarang iktikaf di dalam mushala dan masjid. Juga melarang membawa makanan ke dalam masjid, baik berupa kurma atau lainnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Saudi telah mengumumkan jumlah kematian terbaru akibat virus corona di negara itu dengan berjumlah 1563 orang. Kementerian ini mengabarkan ada dua kasus kematian baru akibat virus corona di Madinah al-Munawwaroh. (mga/Iqna)

 

Baca juga:

Saudi Alokasikan 4,5 Miliar Dollar AS untuk Pekerja Terdampak Lockdown



Back to Top